Saya kemudian menjadi lebih perhatian pada kasus ini karena dikatakan bahwa si polisi melakukan pembunuhan terhadap anak sendiri ini dikarenakan mendengar adanya bisikan. Dikatakan bahwa istri tersangka juga mengatakan bahwa beberapa hari sebelumnya tersangka sudah sering mengeluh adanya suara bisikan.
Apakah yang didengar tersangka adalah suara bisikan yang dikategorikan halusinasi yang merupakan salah satu gejala gangguan jiwa berat seperti skizofrenia?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu gejala gangguan jiwa berat yang sering dialami pasien skizofrenia adalah halusinasi. Halusinasi adalah gangguan persepsi di mana seseorang mengalami sensasi baik pendengaran (halusinasi auditorik), penglihatan (halusinasi visual), penciuman (halusinasi olfaktorik) dan perabaan (halusinasi taktil) yang sebenarnya tidak nyata. Pada banyak kasus skizofrenia yang paling sering dialami adalah gangguan halusinasi yang bersifat pendengaran.
Pada pasien skizofrenia biasanya halusinasi pendengaran tersebut bisa bersifat menyuruh atau berkomentar tentang pasien. Misalnya yang paling sering pasien mengatakan kalau ada suara-suara di kupingnya yang mengatakan sesuatu tentang pasien, berkomentar tentang pasien atau hanya seperti siaran radio tanpa ada hubungannya dengan pasien.
Halusinasi yang bersifat menyuruh bisa membuat pasien melakukan sesuatu yang tidak diinginkannya dan hal tersebut tidak bisa ditahan oleh pasien. Sering kali psikiater perlu menanyakan secara detil masalah halusinasi ini karena sering kali bisa membahayakan pasien dan lingkungannya, misalnya menyuruh pasien untuk melakukan perbuatan yang tidak baik.
Halusinasi adalah suatu gangguan persepsi dan tidak disadari oleh pasien yang sudah mengalami masalah gangguan jiwa yang berat. Biasanya tilikan atau kesadaran pasien pada kondisi gangguan jiwa berat seperti skizofrenia yang tidak mendapatkan pengobatan sangat buruk. Pasien merasa halusinasi itu memang benar ada dan tidak bisa dipatahkan oleh orang sekitarnya. Pasien juga kesulitan dalam mengendalikan halusinasi tersebut sehingga menimbulkan gangguan fungsional pada pasien.
Halusinasi penglihatan atau visual juga bisa dialami oleh pasien skizofrenia walaupun biasanya jarang dan halusinasi visualnya tidak jelas. Jika jelas halusinasi penglihatannya maka biasanya kita perlu memikirkan apakah ada gangguan mental organik di otak atau ada masalah traumatik di otaknya.
Halusinasi disebabkan secara biologis otak karena adanya peningkatan zat kimiawi di otak yang dinamakan dopamin. Dopamin ini yang meningkatkan di jalur mesolimbik di otak yang menyebakan pasien mengalami halusinasi. Selain halusinasi, orang yang mengalami peningkatan dopamin di otaknya tersebut bisa mengalami delusi atau waham, suatu keyakinan yang salah yang tidak sesuai dengan latar belakang sosial, pendidikan dan budaya pasien tetapi dipertahankan secara kukuh oleh pasien dan tidak dapat digoyahkan. Kedua gejala ini merupakan gejala yang sangat khas untuk pasien skizofrenia.
Halusinasi Dapat Diobati
Sebenarnya masalah terkait dengan gejala gangguan jiwa dapat diobati dan hasilnya baik. Karena ada hubungannya dengan peningkatan zat kimiawi di otak yaitu dopamin, maka pengobatannya bertujuan untuk menyeimbangkan dopamin kembali. Sayangnya sering kali pasien tidak mendapatkan pengobatan yang baik karena terkait dengan kesadaran pasien sendiri untuk berobat.
Pasien skizofrenia memang biasanya tidak mempunyai kesadaran atau tilikan untuk berobat karena merasa tidak mengalami gangguan. Keluarga sering kepayahan untuk membuat pasien menyadari dirinya bahwa ia perlu berobat.
Halusinasi pendengaran merupakan gejala yang biasanya dapat ditangani dengan pemberian obat-obat antipsikotik secara adekuat. Jika membahayakan diri pasien dan orang lain, maka pasien yang mengalami halusinasi apapun diagnosisnya perlu mendapatkan perawatan inap. Hal ini tentunya harus disadari oleh keluarga.
Diagnosis yang tepat dan pengenalan yang dini akan gejala gangguan jiwa akan banyak bermanfaat bukan hanya untuk pasien tetapi juga untuk lingkungan sekitarnya. Pengobatan yang tepat dan segera akan menghindarkan kita dari kemungkinan kasus-kasus seperti diungkapkan di atas berulang. Semoga kejadian seperti yang terjadi pada kasus polisi ini tidak akan terulang lagi.
Salam sehat jiwa
*) dr Andri,SpKJ,FAPM adalah psikiater Klinik Psikosomatik RS OMNI Alam Sutera. (vit/ajg)











































