Para calon ibu bisa melakukan pembersihan karang gigi, penanganan gigi ngilu atau gigi patah, penambalan gigi berlubang, perawatan saluran akar, pencabutan gigi, kelainan pada sendi rahang, dan lain-lain. Perawatan ini sangat penting agar ketika hamil, ibu terhindar dari gangguan kesehatan gigi dan mulut.
Ketika hamil, ibu perlu berkonsultasi ke dokter gigi baik yang sudah dengan atau tanpa gangguan kesehatan gigi dan mulut. Dengan berkonsultasi ke dokter gigi, ibu dapat diberi penjelasan kesehatan gigi dan mulut serta deteksi dini gangguan gigi dan mulut. Apabila ibu memiliki gangguan gigi dan mulut,
dokter gigi dapat segera merawat gangguan tersebut sehingga kualitas hidup ibu tidak terganggu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
kecuali dalam keadaan yang sangat mendesak.
Penggunaan obat-obat mulai dibatasi pada kasus-kasus tertentu dan harus mendapatkan izin dari dokter spesialis obstetrik dan ginekologi.
Nah, triwulan kedua kehamilan (13–28 minggu) adalah waktu yang paling aman untuk perawatan gigi dan mulut. Perawatan yang lebih kompleks sebaiknya ditunda hingga bayi lahir.
Berikut ini aneka saran terkait kesehatan gigi untuk calon ibu yang sedang merencanakan atau sedang masa kehamilan:
1. Informasikan kondisi kesehatan, kehamilan dan obat-obatan yang sedang dipakai kepada dokter
gigi yang merawat.
2. Lakukan pemeriksaan gigi setiap enam bulan.
3. Jaga kebersihan gigi dan mulut dengan menyikat seluruh permukaan gigi dan membersihkan lidah dua kali sehari (pagi dan malam sebelum tidur) menggunakan pasta gigi mengandung fluoride, sikat gigi berbulu halus dengan ujung sikat gigi kecil. Gerakan memutar dan mengarah dari gusi ke ujung gigi dengan tekanan ringan.
4. Bersihkan sela-sela gigi dari sisa makanan menggunakan benang gigi.
5. Kurangi frekuensi makan makanan atau minuman manis diantara selang waktu makan karena dapat meningkatkan risiko gigi berlubang.
6. Makanan atau minuman manis dapat diganti dengan buah dan sayur.
7. Hindari merokok dan minuman alkohol.
8. Bila menggunakan kawat gigi, lakukan pembersihan gigi dan mulut yang optimal untuk mengurangi risiko gigi berlubang, gusi berdarah, karang gigi dan bau mulut.
9. Bila menggunakan gigi tiruan lepasan, lakukan pembersihan gigi tiruan sebelum dan sesudah
digunakan (pagi dan malam).
*) drg Afriani, SpKG adalah anggota Perhimpunan Dokter Spesialis Konservasi Gigi Indonesia (IKORGI), saat ini berpraktik di RSIA SamMarie Basra, Jakarta Timur. (vit/vit)











































