Sabtu, 12 Mar 2016 13:10 WIB

Agar Tersedak Tak Berakibat Fatal, Yuk Belajar Penanganannya

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Foto: Lomba Makan Ayam KFC (Istimewa) Foto: Lomba Makan Ayam KFC (Istimewa)
Jakarta - Meninggalnya seorang peserta lomba makan ayam di Jakarta akibat tersedak sedikit banyak kembali mengingatkan kita akan pentingnya pengetahuan tentang kegawatdaruratan atau di Indonesia lebih dikenal sebagai P3K.

Setidaknya, bila pengetahuan tentang hal ini diberikan secara luas, tersedak yang sampai mengakibatkan kefatalan seperti ini mungkin tak akan terjadi.

dr Agus Subagio, SpTHT dari RS Puri Indah Jakarta mengatakan, potensi terjadinya tersedak sebenarnya bergantung kepada tiga hal: refleks batuk dari yang bersangkutan, banyaknya makanan atau minuman yang masuk, dan kecakapan orang-orang di sekitarnya.

Refleks batuk memang bisa saja tidak muncul karena kondisi tertentu. "Contohnya pada orang dewasa yang stroke. Terjadi kelumpuhan saraf dan mungkin yang kena saraf adalah tenggorokannya sehingga terjadi gangguan menelan," terangnya.

Kemungkinan kedua adalah bila didapati benjolan atau tumor di sekitar tenggorokan, maupun keadaan fisik yang sangat lemah akibat sakit parah sehingga untuk menelan pun sulit.

Baca juga: Bahaya Tersedak, 4-5 Menit Tak Tertangani Bisa Meninggal

Namun bila yang bersangkutan makan dalam porsi besar sambil berbicara atau melakukannya secara tergesa-gesa, tersedak bisa saja terjadi. Andai saja besaran makanan atau minuman yang masuk ke dalam tubuh tidak banyak, tersedak yang berakibat fatal mungkin tidak akan terjadi.

"Problemnya, kalau mengunyah sambil bersuara atau tergesa-gesa, maka potensi terjadi salah masuk semakin besar," kata dr Agus kepada detikHealth, Sabtu (12/3/2016).

Yang ketiga, orang-orang di sekitar korban harus tahu apakah yang bersangkutan tersedak atau hanya salah makan. "Harus dilihat dulu, dia ada refleks batuk atau tidak. Kalau tidak, berarti makanan sudah masuk ke saluran makan tetapi mungkin tidak lancar, tapi kalau sudah batuk itu sudah pasti tersedak dan harus segera ditangani," tegasnya.

dr Agus menambahkan, pemberian air minum bukanlah cara yang tepat untuk mengatasi tersedak. Air minum hanya bisa dipakai untuk melancarkan makanan yang masuk ke saluran makanan tetapi sambil bicara atau tergesa-gesa tadi atau istilah populernya keselek.

Tetapi tersedak harus diberikan pertolongan pertama yang disebut dengan Heimlich Maneuver. "Si penolong berdiri di belakang korban. Kedua tangan dilingkarkan di atas perut korban, dengan tangan kanan mengepal dan tangan kiri menggenggam tangan kanan. Lalu hentakkan ke arah atas supaya terjadi tekanan dari rongga perut dan rongga dada yang membuat makanannya keluar," urai dr Agus.

Dikutip dari Mayo Clinic, cara ini merupakan standar penanganan internasional untuk tersedak. Hentakan dilakukan sebanyak lima kali dan jika makanan tidak keluar saat itu juga, manuver itu sebaiknya diulangi sekali lagi.

"Bisa juga dilakukan pemukulan. Punggung korban dipukul dengan satu tangan terbuka sebanyak lima kali agar makanannya keluar," pungkasnya.

Baca juga: Aturan Lomba Makan Ayam KFC: Peserta Boleh Minum Dalam Kondisi Urgent (lll/vit)