Sabtu, 12 Mar 2016 16:01 WIB

Jarang Terjadi, Kadang Tekanan Mata Normal Tetap Bisa Buat Glaukoma

Firdaus Anwar - detikHealth
Foto: Thinkstock
Jakarta - Layaknya tekanan darah di dalam tubuh, mata juga memiliki tekanan cairannya sendiri. Gangguan pada tekanan itu bisa menyebabkan masalah penglihatan yang disebut glaukoma.

Bila tak ditangani glaukoma dapat menyebabkan kebutaan dan memang penyakit ini sering disebut sebagai 'pencuri penglihatan' karena jarang terasa oleh pasiennya sampai benar-benar merusak. Oleh karena itu, glaukoma menjadi penyakit penyebab kebutaan terbanyak kedua setelah katarak.

Normalnya, glaukoma disebabkan oleh tekanan pada mata yang tinggi karena bermacam-macam mulai dari penumpukan cairan, infeksi, diabetes, hipertensi, trauma pada mata, sampai efek samping obat. Semua hal itu tersebut bisa menyebabkan bola mata tertekan ke segala arah dan merusak saraf mata yang sifatnya permanen dan tak bisa diobati.

Baca juga: Dokter: Operasi Tak Kembalikan Penglihatan yang Hilang Akibat Glaukoma

Namun di luar hal itu dr Zeiras Eka Djamal, SpM, dari Jakarta Eye Center (JEC) mengatakan kadang ada juga glaukoma yang terjadi akibat tekanan mata rendah. Glaukoma jenis ini lebih sulit lagi untuk dideteksi karena jarang terjadi.

"Tekanan bola mata itu normalnya 10 sampai 21. Sama seperti bola, kalau tekanan matanya di bawah dari 6 mata itu bisa kempes, jadi bahaya juga," kata dr Zeiras pada seminar Glaukoma di JEC, Kedoya, Jakarta Barat, Sabtu (12/3/2016).

"Jenis ini disebut low tension atau normal tension glaucoma dan ini jarang terjadi. Kalau diperiksa dia tekanan matanya normal jadi lebih sulit untuk terdeteksi tapi tetap ada gangguan pandang," lanjut dr Zeiras.

Mengapa hal ini bisa terjadi kemungkinan karena faktor genetik. dr Zeiras menjelaskan pada orang dengan glaukoma tekanan rendah atau normal saraf matanya memang lebih tipis sehingga perubahan tekanan sedikit saja meski dalam rentang normal sudah bisa memengaruhi dan merusak saraf.

Hal apa yang bisa membuat tekanan bola mata menjadi rendah biasanya adalah dari obat-obat mata. Untuk dari faktor gaya hidup sendiri dr Zeiras mengatakan belum ada studi yang betul-betul bisa mengkonfirmasinya.

"Glaukoma jenis ini jarang tapi ada. Di Jepang terutama kejadiannya lebih banyak," tutup dr Zeiras.

Baca juga: Infografis: Fakta-fakta Tentang Glaukoma yang Wajib Anda Ketahui (fds/lll)