Kisah bermula ketika pada suatu malam, Luke dan kedua orang tuanya tertidur lelap. Saat itu alat monitor gula darah memperlihatkan kadar gula darah bocah ini normal-normal saja. Akan tetapi kenyataannya tidak demikian.
Jedi tahu ada yang salah dari majikannya itu. Dengan indra penciumannya yang tajam, ia dapat mengetahui kadar gula darah Luke sedang sangat rendah, meskipun tidak terlihat pada layar monitor.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jedi sempat turun lalu naik lagi tapi saya tak bangun. Lalu dia rebahan di atas tubuh saya, di situlah saya baru terjaga dan menyadari ada masalah," kisah ibu Luke, Dorrie dalam akun Facebook-nya.
Dorrie kemudian bergegas menuju kamar Luke dan menusuk jari Luke. Dari situ wanita ini bisa tahu bahwa gula darah putranya memang rendah, yaitu hanya 57.
"Ia tak pernah terbangun sendiri jika gula darahnya sedang rendah. Kamilah satu-satunya harapannya," kata Dottie seperti dikutip dari Today, Senin (14/3/2016).
(Foto: Facebook/Dottie Nuttall) |
Setelahnya, Dottie mengambilkan suntikan glukosa yang dibutuhkan Luke. Untungnya Luke tetap tertidur lelap sepanjang malam, tidak menyadari bahwa krisis yang dialaminya telah lewat begitu saja.
Baca juga: Anjing Ini Selamatkan Nyawa Bocah dengan Alergi Langka Berkat Penciumannya
Jedi dimiliki keluarga asal Glendale, California ini sejak November tahun 2012 lalu. Sejak awal, si anjing labrador sudah dilatih agar bisa aware pada perubahan gula darah yang terjadi pada Luke.
Dottie mengakui selain berjasa bagi Luke, Jedi memang tak bisa jauh dari sang majikan, bahkan mereka seperti sahabat karib. "Jedi mengikuti kemanapun Luke pergi, bahkan saat ke dokter dan sekolah," imbuhnya.
Namun Dottie tak pernah membayangkan andai saja Jedi tak ada di sisi Luke, dan ia bersyukur karenanya. Kisah tentang Jedi yang diunggah Dottie ke akun Facebook-nya pun menjadi viral dan dibagi banyak orang.
Baca juga: Hanya Lewat Bau Napas, Penyakit-penyakit Ini pun Bisa Dideteksi
Jedi adalah satu dari ratusan anjing yang dilatih khusus oleh Dogs 4 Diabetics untuk mendampingi pasien diabetes di Amerika. Masing-masing anjing ini mampu mencium aroma tubuh pasien diabetes yang mengindikasikan adanya perubahan kadar gula darah yang berbahaya.
Sejauh ini, Dogs for Diabetis sudah melatih lebih dari 150 ekor anjing. Selain anjing, hewan lain yang dapat mencium penyakit semacam ini adalah tikus. Bila keduanya dilatih dengan baik, maka mereka dapat menjadi alat pendeteksi yang murah dan akurat, bahkan melebihi mesin sekalipun. (lll/vit)












































(Foto: Facebook/Dottie Nuttall)