Seperti dirangkum detikHealth pada Senin (14/3/2016), berikut 4 penyebab bau kaki dan cara mengatasinya:
1. Berkeringat terlalu banyak
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut pakar kesehatan kaki dari Hopkins Medicine, Alex Kor, DPM, cara terbaik untuk melawan bau kaki jika ini penyebabnya adalah dengan mengganti kaus kaki secara rutin. Jangan menunggu sampai kaus kaki kotor atau basah.
Kaus kaki yang terlalu tebal dan jarang diganti akan membuat area kaki menjadi terlalu lembab dan mudah berkeringat. Selain itu, Anda juga bisa menggunakan bedak pada kaki untuk mengurangi pertumbuhan bakteri.
2. Jarang mengganti sepatu
Sama seperti kaus kaki, kebersihan sepatu juga harus diperhatikan jika Anda tak ingin mengalami bau kaki. Oleh sebab itu, disarankan Anda tidak menggunakan sepatu yang sama terus-menerus setiap hari.
Jangan lupa, bersihkan sepatu secara rutin, misalnya seminggu sekali. Setiap selesai dicuci, jangan lupa keringkan sepatu dengan baik ya. Ini supaya bakteri yang mungkin bersarang di sepatu akibat kondisi yang lembab bisa hilang.
3. Stres
Siapa bilang stres tak memiliki efek pada bau kaki? Faktanya, stres berlebihan juga bisa memicu timbulnya bau kaki. Ini karena stres dan depresi dapat membuat keringat muncul secara berlebihan. "Ya, ketika seseorang sedang stres, biasanya produksi keringat akan bertambah banyak," ujar Kor.
Nah, berbeda dengan keringat biasa, keringat yang muncul akibat stres lebih mungkin untuk menimbulkan bau karena diproduksi dari berbagai jenis kelenjar keringat. Untuk mencegahnya, hindari stres sebisa mungkin.
Namun ketika situasi di kantor sedang sibuk dan berpeluang menimbulkan stres, pertimbangkan untuk menyimpan sepasang kaus kaki cadangan ya.
4. Perubahan kadar hormon
Perubahan kadar hormon juga dapat mengubah produksi keringat dan berefek pada bau kaki. Misalnya pada wanita hamil atau pubertas pada remaja, mereka kerap mengalami perubahan hormon. Nah, apabila kondisi ini tidak dibarengi dengan penjagaan kebersihan kaki yang optimal, bau kaki pun jadi risikonya.
Baca juga: Pemakaian Deodoran dan Antiperspirant Tingkatkan Ragam Bakteri di Ketiak
(ajg/vit)











































