Remaja Ini Bisa Melihat Lagi Setelah Dapat Transplantasi Kornea Babi

Remaja Ini Bisa Melihat Lagi Setelah Dapat Transplantasi Kornea Babi

Nurvita Indarini - detikHealth
Senin, 14 Mar 2016 16:35 WIB
Remaja Ini Bisa Melihat Lagi Setelah Dapat Transplantasi Kornea Babi
Foto: Uyung Pramudiarja
Beijing - Remaja 14 tahun asal China ini memiliki masalah dengan penglihatannya. Namun setelah dapat transplantasi kornea babi, dia bisa melihat lagi dengan jelas.

Klaim itu disampaikan seorang dokter di China. Dilaporkan People's Daily Online, operasi dilakukan oleh tim medis dari Zhongshan Ophthalmic Centre, Sun Yat-sen University, Provinsi Guangzhou, China pada 25 Februari lalu.

Remaja itu sebelumnya memiliki masalah penglihatan di mata kanannya. Sulit sekali bagi remaja yang dirahasiakan namanya itu untuk melihat dengan baik lantaran kondisi matanya yang nyaris buta. Kondisi itu diperolehnya karena terkena ledakan petasan saat sedang bermain. Demikian dikutip dari Daily Mail, Senin (14/3/2016).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lalu bagaimana proses operasinya? Dokter mengambil kornea yang rusak, yakni lapisan pelindung yang transparan di atas mata, kemudian menggantinya dengan kornea bernama Acornea yang terbuat dari mata babi.

Baca juga: Kontroversial! Dokter Ini Suntikkan Sel Punca Ke Mata untuk Sembuhkan Kebutaan

Sebelum Acornea ditransplantasikan ke manusia, dilakukan deselularisasi untuk menyingkirkan imunogenisitas, sehingga hanya kolagen yang disimpan. Tujuannya untuk menurunkan kemungkinan penolakan imunologi dan infeksi setelah operasi.

Seminggu kemudian, penglihatan mata kanan remaja tersebut dilaporkan pulih. Namun dia perlu menggunakan tetes mata khusus selama setahun.

Acornea merupakan produk pertama yang telah diakreditasi oleh China Food and Drug Administration pada April 2015. Setelah sepuluh tahun penelitian, China Regenerative Medicine International (CRMI) mulai menggunakan kornea buatan ini.

Menurut pakar bioengineering di China, mulanya mereka mencoba menggunakan kornea monyet karena mirip dengan milik manusia. Karena terbentur masalah biaya, akhirnya dicoba penelitian dengan menggunakan mata babi, sapi, domba, ayam, angsa  dan bebek. Dari penelitian, diketahui kornea babi yang paling mendekati kornea manusia. Selain itu penggunaan kornea babi juga paling sedikit risiko virus yang masuk ke tubuh manusia.

Baca juga: Dokter: Operasi Tak Kembalikan Penglihatan yang Hilang Akibat Glaukoma (vit/ajg)

Berita Terkait