Pada tahun ini, PSG dilakukan di 496 kabupaten/kotamadya dengan melibatkan 165 ribu balita sebagai sampelnya. Tahun sebelumnya PSG dilakukan hanya di 150 kabupaten/kotamadya dengan jumlah sampel 13.168 balita.
Berdasarkan indeksi berat badan terhadap usia (BB/U), PSG 2015 menyebut 3,8 persen balita mengalami gizi buruk. Angka ini turun dari tahun sebelumnya, yakni 4,7 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan berdasarkan indeks tinggi badan terhadap usia (TB/U), balita 'sangat pendek' berkurang dari 10,9 persen di tahun 2014 menjadi 10,1 persen tahun ini. Balita dengan status pendek pada 2015 tercatat 18,9 persen, meningkat tipis dari sebelumnya 18 persen.
Berdasarkan indeks berat badan terhadap tinggi badan, PSG 2015 mencatat 3,7 persen balita berstatus 'sangat kurus'. Angka ini tidak banyak berubah dari tahun sebelumnya, yakni 3,6 persen. Namun jika dibandingkan dengan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) yang mencapai 5,7 persen, angka ini jauh lebih kecil.
"Tapi memang tidak bisa dibandingkan antara PSG dengan Riskesdas," kata Ir Doddy Izwardy, DIrektur Gizi Masyarakat Kementerian Kesehatan, dalam temu media Jumat (18/3/2016).
(up/vit)











































