Studi: Pria dengan Masalah Kesuburan Juga Berisiko Kena Osteoporosis

Studi: Pria dengan Masalah Kesuburan Juga Berisiko Kena Osteoporosis

Ajeng Anastasia Kinanti - detikHealth
Jumat, 18 Mar 2016 15:31 WIB
Studi: Pria dengan Masalah Kesuburan Juga Berisiko Kena Osteoporosis
Foto: thinkstock
Jakarta - Kekurangan hormon testosteron biasanya lebih identik dengan masalah kesuburan pada pria, namun studi terbaru mengungkapkan bahwa hal ini juga berdampak terhadap risiko osteoporosis dan diabetes.

Peneliti dari Swedia mengumpulkan data dari 192 pria dengan jumlah sperma rendah dan membandingkannya dengan 199 subjek kontrol. Mereka mengukur kadar hormon seks, serta kepadatan mineral tulang dan tingkat hemoglobin A1c-nya, yang merupakan penanda untuk diabetes. Hasilnya dibandingkan di antara dua kelompok pria tersebut.

Studi ini menemukan bahwa sepertiga dari pria yang memiliki kadar hormon testosteron rendah berada cenderung memiliki kepadatan tulang yang rendah, sehingga meningkatkan risiko patah tulang dan osteoporosis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Sering Kelelahan dan Stres, Performa Sperma Bisa 'Keok'

Terlebih lagi, para peneliti juga menemukan bahwa pria dengan testosteron rendah atau hipogonadisme memiliki peningkatan kadar glukosa dan tanda-tanda yang lebih besar dari resistensi insulin. Ini berarti mereka juga berisiko mengembangkan diabetes.

"Pria dengan tingkat testosteron rendah tak cuma memengaruhi kesuburan mereka, tapi juga bisa menjadi peringatan dini dari penyakit-penyakit metabolik lainnya seperti diabetes," ungkap salah satu peneliti yang terlibat, Dr Aleksander Giwercman, seperti dikutip dari Medical Daily pada Jumat (18/3/2016).

Studi sebelumnya yang dilakukan oleh peneliti dari Stanford University School of Medicine menyimpulkan bahwa pria dengan masalah kesuburan lebih mungkin untuk mengidap komplikasi lain yang tidak terkait dengan kesehatan reproduksi seperti diabetes dan penyakit jantung.

"Kami merekomendasikan pria untuk memeriksa kadar hormon mereka, terutama mereka yang memang mengalami masalah dengan kesuburan. Ini untuk mencari tahu adakah kondisi lain yang bisa semakin meningkatkan risiko penyakit metabolik lain," pesan Giwercman.

Baca juga: Kualitas Sperma Bisa Dicek Sendiri di Rumah dengan Alat Ini


(ajg/vit)

Berita Terkait