Kamis, 24 Mar 2016 11:39 WIB

Hari Tuberculosis

Tuberkulosis, Penyakit Tua Sejak Ribuan Tahun Lalu yang Belum Hilang

Firdaus Anwar - detikHealth
Foto: thinkstock Foto: thinkstock
Jakarta - Bakteri mycobacterium tuberculosis penyebab penyakit TB bisa disebut sebagai bakteri yang fenomenal karena dari zaman dahulu hingga sekarang masih menjadi penyakit yang menyerang banyak orang. World Health Organization (WHO) bahkan menyebut TB kini menjadi penyakit menular pembunuh nomor dua setelah human immunodeficiency virus (HIV) dengan angka korban mencapai 1,5 juta orang per tahun.

Dari mana asalnya TB? Menurut spesialis mikroba dr Cahyarini Dwiatmo, SpMK, dari RS Persahabatan sampel TB yang paling kuno diketahui ada di mumi firaun yang hidup 2.000 tahun lalu. Layaknya kisah-kisah yang bercerita mengenai kutukan mumi menyebarkan penyakit, maka TB bisa dibilang mengambil peran sebagai 'penyakit' itu.

"TB ini sepertinya sudah ada sejak 2.000 tahun lalu mungkin sejak zamannya Nabi Yusuf atau Nabi Musa kalau ditarik ke belakang. Karena ditemukan pada mumi seorang firaun Tutankhamun yang kemudian dicek seluruh DNA-nya dan ditemukan pada tulang belakang ada DNA mycobacterium," kata dr Cahyarini saat ditemui pada seminar World's TB Day di RS Persahabatan, Rawamangun, Jakarta Timur, Kamis (24/3/2016).

"Jadi dapat dibayangkan sudah sejak ribuan tahun lalu sampai sekarang 2016 TB masih menjadi masalah kesehatan dunia," lanjut dr Cahyarini.

Baca jugaIni Alasan Mengapa Pasien Tuberkulosis Dianjurkan Pakai Masker

Menurut ahli TB masih menjadi masalah karena bakteri pada dasarnya memang sulit untuk diobati. Dinding sel bakteri cukup tebal oleh karena itu butuh pengobatan yang rutin dan ini memerlukan kedisiplinan pasien. Terlebih saat ini kondisi diperparah dengan mulai ramainya kemunculan bakteri yang kebal obat.

Anggota WHO Profesor Tjandra Yoga Aditama SpP(K) menambahkan selain masalah kekebalan obat, TB juga sulit diberantas karena memang setiap orang di dunia sudah memilikinya. Diperkirakan satu per tiga populasi dunia terinfeksi oleh TB namun tak menunjukkan gejala karena bakteri dorman.

"Satu per tiga penduduk dunia sudah punya bakteri ini sebetulnya, cuma mereka dorman, tidur aja gitu bakterinya, karena sistem kekebalan tubuh orangnya bagus. Nah kalau kekebalan tubuhnya turun bisa karena malnutrisi, diabetes, atau punya kebiasan merokok si kuman ini ada kemungkinan 10 persen untuk bangkit," kata Prof Tjandra.

"Di WHO dikatakan sampai sekarang tidak ada satu negara pun di dunia yang bebas tuberkulosis," tutup mantan kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) ini.

Baca juga'Sudah Imunisasi BCG, Kok Masih Bisa Kena TB?'

(fds/vit)
News Feed