TB, seperti penyakit lainnya dengan momok menakutkan memiliki mitos-mitosnya sendiri. Pada peringatan hari TB sedunia 24 Maret, mantan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Profesor Tjandra Yoga Aditama, SpP(K), mencoba meluruskannya.
Menurut Prof Tjandra pada dasarnya bakteri mycobacterium tuberculosis yang menjadi sumber penyakit TB berada pada paru bagian bawah. Ini artinya bakteri hanya ada pada bagian tertentu saja yaitu lendir paru sedangkan air liur sendiri bisa bebas bakteri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Kena TB Sejak Usia 10 Tahun, Begini Upaya Ully Hingga Sembuh Total
Lebih lanjut ahli paru yang kini aktif sebagai anggota World Health Organization (WHO) ini menjelaskan bahkan pada kontak yang sangat dekat sekali pun seperti berciuman TB tak semudah itu menular. Bersin dan batuk adalah dua hal yang umumnya bisa membawa lendir dalam paru keluar sehingga bakteri bisa menyebar di udara.
"Mitos lainnya lagi ada orang dibilang kalau keluar malam naik motor nanti bakal kena TB. Sebenarnya naik motor atau keluar malam itu tidak membuat tertular TB, tapi memang membuat daya tahan tubuh turun," kata Prof Tjandra.
Bila berbicara daya tahan tubuh yang turun, memang kemungkinan seseorang untuk terkena TB akan menjadi lebih besar. Alasannya menurut Prof Tjandra karena diperkirakan satu per tiga penduduk dunia memang sebetulnya sudah terinfeksi terhadap namun bisa tidak sakit karena daya tahan tubuhnya bagus, bakteri bersifat dorman atau tak aktif sampai ada kesempatan.
Baca juga: Asal Patuh Minum Obat, Tuberkulosis Pasti Bisa Disembuhkan! (fds/vit)










































