Rabu, 30 Mar 2016 13:33 WIB

Endometriosis Awareness

Kena Endometriosis, Risiko Keguguran dan Komplikasi Kehamilan Lebih Tinggi

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Foto: thinkstock
Jakarta - Meski mengidap endometriosis, wanita masih punya kemungkinan untuk hamil. Walaupun, risiko mereka mengalami keguguran pun lebih besar dibanding wanita tanpa endoemtriosis.

Menurut dr Hari Nugroho SpOG dari RSUD Dr Soetomo Surabaya, lebih tingginya risiko keguguran pada wanita dengan endometriosis karena adanya endometriosis pada seorang wanita menyebabkan penurunan kualitas endometrium normal dan juga kualitas sel telur.

"Kondisi itu mengakibatkan pada pasien endometriosis, kemungkinan embrio yang menempel pada rahim (implantasi), lebih rendah dibanding pasien tanpa endometriosis," tutur dr Hari yang juga pendiri GMITS (Gynecologic Minimally Invasive Treatment Surabaya-www.trust-gmits.com), dalam perbincangan dengan detikHealth.

Dikutip dari thebump, Sharon Phelan, MD, profesor obstetri dan ginekologi di University of New Mexico mengatakan kadar progesteron yang tinggi ketika hamil juga bisa meredakan gejala endometriosis yang dirasakan, namun bukan berarti menyembuhkan.

Baca juga: Ingat, Kena Endometriosis Bukan Berarti Wanita Tidak Akan Bisa Hamil

"Endometriosis selama hamil seharusnya tidak memiliki dampak bagi bayi. Sebuah studi menunjukkan bahwa endometriosis meningkatkan risiko kelahiran prematur dan keguguran, tapi sebagian besar wanita dengan endometriosis lalu hamil memiliki kehamilan yang sehat dan bayi yang sehat pula," tutur Phelan.

Studi tahun 2009 yang dilakukan di Amsterdam menemukan wanita dengan endometriosis 1,33 kali lebih berisiko mengalami kelahiran prematur. Selain itu, dari 8.922 wanita hamil dengan endometriosis yang diteliti, jumlah yang melahirkan caesar dua kali lebih banyak. Kemudian, ditemukan pula bahwa wanita dengan endometriosis lebih berisiko mengalami preeklampsia.

"Karena endometriosis amat terkait dengan infertilitas, kami tidak terkejut jika endometriosis bisa memicu komplikasi kehamilan. Yang menjadi perhatian dari studi ini adalah wanita dengan endometriosis bisa dianggap sebagai kelompok berisiko tinggi sehingga mereka perlu perawatan khusus selama kehamilamn," tutur ketua peneliti, dr Henrik Falconer dari Department of Woman and Child Health, Karolinska Institute, Stockholm.

Baca juga: Kenali, 4 Stadium pada Endometriosis (rdn/up)