Sabtu, 02 Apr 2016 12:08 WIB

Pada Kulit Ketiak yang Sensitif, Deodoran Juga Bisa Picu Dermatitis Kontak

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Foto: thinkstock
Jakarta - Penggunaan deodoran menjadi pilihan banyak orang agar terhindari dari bau badan. Namun, jika kulit ketiak tidak cocok dengan bahan dalam deodoran yang digunakan, akibatnya bisa terjadi dermatitis kontak.

Diungkapkan direktur dermatoligi di Stanford Health Care, Justin Ko, MD, dermatitis kontak bisa terjadi karena kulit ketiak yang alergi terhadap kandungan zat pada deodoran atau antiperspirant. Reaksi dari dermatitis kontak ini di antaranya timbul ruam merah di ketiak dan sensasi terbakar.

"Deodoran atau antiperspirant bisa memicu reaksi seperti itu. Hal ini disebabkan wewangian pada deodoran atau senyawa berbasis aluminium pada antiperspirant bisa menyebabkan iritasi," kata dr Kim, dikutip dari Men's Health, Sabtu (2/4/2016).

Baca juga: Cukur Bulu Ketek, Jika Punya Bau Badan

Selain itu, kulit ketiak yang pada prinsipnya tipis dan sensitif pun rentan terhadap reaksi alergi ini. Nah, ketika Anda melihat timbul ruam di ketiak maka berhentilah menggunakan produk tersebut. Sebab, menurut dr Kim, Anda bisa mengalami dermatitis kontak meskipun sudah lama menggunakan produk tersebut.

Jika ruam tetap timbul atau justru makin parah, segeralah berkonsultasi ke dokter kulit. Dengan begitu, bisa dipastikan apakah memang deodoran atau antiperspirant penyebab alergi tersebut.

"Cobalah deodoran tanpa wewangian atau yang berlabel untuk kulit sensitif. Untuk menguji produk deodoran yang baru akan digunakan, terapkan di ketiak Anda dan tutupi dengan balutan perban selama tiga hari. Jika tidak ada ruam, tak masalah Anda menggunakan produk itu," tutur dr Kim.

Baca juga: Bulu Ketiak Bermanfaat untuk Daya Tarik Seksual (rdn/up)