"Kami selalu mengatakan untuk mendapatkan suntik tetanus dan penguat difteri setiap 10 tahun sekali. Tetapi, berdasarkan penelitian terbaru pemberian vaksin tetanus bisa dilakukan pada 30 tahun sekali," kata Mark K SLifka, seorang profesor dari Oregon Health & Science University, Amerika Serikat.
Dikutip dari Indian Express, Senin (4/4/2016), penelitian ini melibatkan 546 orang dewasa yang telah diteliti tingkat kekebalan tubuh mereka. Hasilnya, antibodi di tubuh bertahan lebih lama daripada yang diyakini sebelumnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Flu Bisa Memicu Stroke, Pakar Kesehatan Anak Anjurkan Vaksinasi
Vaksin tetanus dan difteri sangat bermanfaat untuk memproteksi diri dari kedua penyakit tersebut. Penyakit difteri yang biasanya menyerang bagian atas mukosa saluran pernapasan dan kulit yang terluka. Sedangkan penyakit tetanus merupakan salah satu infeksi yang berbahaya karena mempengaruhi sistem urat saraf dan otot.
Kematian yang disebabkan tetanus telah menurun sebanyak 99 persen sejak era pra-vaksin. Untuk penyakit difteri hampir tidak pernah terjadi lagi di Amerika Serikat.
Baca juga: Imunisasi Belum Sukses, Banyak Masyarakat Khawatirkan Keamanan Vaksin (up/up)











































