Vitamin D sendiri diproduksi secara alami oleh tubuh ketika kulit terpapar cahaya matahari dan penting untuk kesehatan tulang dan gigi karena berperan besar dalam penyerapan kalsium. Sayang, sebagian orang rawan mengalami defesiensi vitamin D akibat jarang menghabiskan waktu di luar ruangan.
Kardiolog dr Klaus Witte mengatakan pada orang tua khususnya minim paparan sinar ini bisa lebih bermasalah lagi. Kemampuan tubuh mereka untuk memproduksi vitamin D turun dam akibatnya banyak orang ditemukan alami defesiensi vitamin bahkan di musim panas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Kurang Asupan Vitamin D Saat Hamil, Risiko MS Pada Anak Bisa Meningkat
Di dalam tes para partisipan yang berusia rata-rata 70 tahun diberikan vitamin D setiap hari selama setahun dengan dosis 100 mikrogram tiap pemberian. Peneliti lalu membandingkan kemajuan yang terjadi dengan patokan jumlah darah yang dipompa oleh ruang-ruang jantung di tiap degupan.
Hasilnya studi menunjukkan kemampuan rata-rata jantung memompa darah partisipan ada peningkatan dari 26% menjadi 34%. "Ini adalah hasil yang besar, hampir sama besarnya dengan apabila kami menggunakan terapi lain yang lebih mahal, sebuah efek menakjubkan," kata dr Witte.
Hanya saja dr Witte melanjutkan temuan ini bukan berarti juga pasien jantung harus mengonsumsi banyak suplemen vitamin D agar lebih sehat. Perlu studi lebih lanjut dengan bukti lebih kuat agar ilmuan betul-betul yakin terhadap manfaatnya.
Terlebih studi lainnya telah melihat bila terlalu banyak, vitamin D malah berisiko untuk menimbulkan jantung berdetak dengan sangat cepat dan keluar dari ritmenya (atrial fibrilasi).
Baca juga: Studi: Kekurangan Vitamin D Berkaitan dengan Disfungsi Ereksi (fds/up)











































