Hasil dalam studi percobaan bernama 'HOPE-3' menyebutkan bahwa penambahan statin dalam terapi pengendalian hipertensi yang biasa terbukti ampuh untuk risiko jangka panjang serangan jantung. Peneliti dari McMaster University, Amerika Serikat, spesifiknya mengatakan ada pengurangan risiko hingga 40%.
Tak berhenti di situ, data dari 12 ribu pasien sehat lebih jauh menunjukkan statin juga punya manfaat bagi mereka yang bertekanan darah normal. Pemimpin studi dr Salim Yusuf mengatakan pada mereka yang sehat namun punya setidaknya satu faktor risiko untuk penyakit jantung lainnya seperti merokok atau obesitas dapat memperoleh pengurangan risiko jangka panjang sampai 25 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Temuan ini dr Yusuf kemukakan pada pertemuan ilmiah berkala American College of Cardiology di Chicago, Amerika Serikat. "Orang yang memiliki risiko menengah dengan hipertensi punya manfaat yang jelas ketika mengonsumsi statin bersamaan dengan agen penurunan tekanan darah lain," ungkapnya seperti dikutip dari Reuters, Kamis (7/4/2016).
Terkait hal tersebut, penggunaan statin yang sering mungkin akan membuat beberapa orang khawatir tentang efek samping. Namun Direktur Umum RS Pusat Otak Nasional dr Mursyid Bustami, SpS(K), menjawab bahwa sebetulnya isu-isu tersebut tak perlu terlalu dikhawatirkan. Untuk hampir semua isu dampak negatif statin sudah ada penelitian meta analisis yang membantahnya dan dokter tentu akan melakukan pengawasan serta kontrol pasien agar manfaat dari obat bisa diperoleh maksimal.
Bila ada pasien yang enggan memakai statin karena termakan isu, dr Mursyid mengatakan maka dampak negatifnya malah bisa jadi lebih besar.
"Manfaat statin untuk mencegah penyakit jantung dan stroke itu sudah enggak diragukan lagi, jadi manfaat dari statin jauh lebih baik dari negatifnya. Bahkan efek samping itu bisa dibilang isu yang bisa diabaikan lah," pungkas dr Mursyid.
Baca juga: Rutin Minum Obat Statin untuk Cegah Stroke, Amankah?
(fds/up)











































