Di bulan November 2014, bobot Mitchell mencapai 283 kg. Untuk itu, Mitchell berpikir ia tidak bisa hanya mengandalkan obat untuk mengatasi tumornya, namun juga harus mengatur pola hidupnya. Di awal tahun 2015, Mitchell mulai mengurangi konsumsi soda yang menjadi kegemarannya. Ia juga lebih banyak mengasup makanan bergizi.
Untuk olahraga, Mitchell hanya mengandalkan jalan kaki tiap hari. Tapi saudara perempuan Mitchell berpikir hanya berjalan seperti itu kurang optimal sehingga Mitchell diajak untuk ikut lomba lari 5 km di mana untuk melakukan itu, Mitchell harus tekun berlatih lari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Mirna, Pelari Bertubuh Gemuk yang Jadi Inspirasi untuk Orang Lain
Dalam menyelesaikan tantangan lari 5 km, Mitchell merasa dukungan dari komunitas lari juga memiliki peran. Belum lagi keberhasilannya yang bisa menginspirasi orang lain membuat Mitchell makin bersemangat mengikuti ajang lari 5 km selanjutnya. Di akhir tahun lalu, bobot Mitchell berhasil turun 39 kg.
![]() |
Rencananya, di tahun 2016 Mitchell bakal menyelesaikan 7 event lari 5 km dan bahkan Mitchell menargetkan dirinya bisa menuntaskan sampai 30 event lari 5 km. Berangkat dari pengalamannya, Mitchell menekankan pentingnya komitmen saat akan berolahraga. Untuk jenis dan intensitas pun bisa dimulai dari yang ringan kemudian baru ditingkatkan secara bertahap.
"Saat lari saya seakan melihat orang lain memandang saya bahwa saya adalah orang bertubuh besar dan amat lambat. Tapi, saya bisa membuktikannya bahwa saya bisa melakukan itu," kata Mitchell.
Baca juga: Hebat! Nenek Ini Ikut Lomba Lari Maraton 42 Km di Usia 92 Tahun (rdn/vit)












































