Selain Hentikan Injeksi Bupivacain, Kemenkes Juga Bentuk Tim Investigasi

Selain Hentikan Injeksi Bupivacain, Kemenkes Juga Bentuk Tim Investigasi

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Kamis, 07 Apr 2016 17:00 WIB
Selain Hentikan Injeksi Bupivacain, Kemenkes Juga Bentuk Tim Investigasi
Foto: thinkstock
Jakarta - Kementerian Kesehatan membenarkan beredarnya imbauan untuk menghentikan sementara penggunaan salah satu produk injeksi obat bius. Penyelidikan tengah dilakukan terkait kematian pasien yang diduga karena obat tersebut.

"Terkait berita meninggalnya tiga pasien pasca operasi di RS Mitra Husada Lampung, Kementerian Kesehatan telah mengeluarkan edaran penghentian sementara pemakaian obat bius yang digunakan saat operasi kepada pasien tersebut," kata Oscar Primadi,  Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kementerian Kesehatan, Kamis (7/4/2016).

"Kemenkes juga membentuk tim investigasi terpadu untuk menyelidiki penyebab kematian pasien dan membuktikan adanya dugaan kejadian tidak diharapkan (KTD) sentinel," lanjutnya, seperti dikutip dari rilisnya kepada wartawan. Tim ini terdiri dari BPOM, organisasi profesi, dan asosiasi rumah sakit.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Penjelasan Lengkap BPOM Soal Kejadian Tak Diinginkan Terkait Injeksi Bupivacain
 
KTD sentinel merupakan kejadian tidak diharapkan yang menyebabkan kematian atau dampak serius. Diberitakan sebelumnya, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) juga menyelidiki KTD di RS Mitra Husada Lampung yang diduga terkait pemberian injeksi anestesi atau obat bius jenis bupivacain.

Selain di Lampung, BPOM juga melakukan penyelidikan terkait dugaan kasus serupa di Mataram. Penyelidikan dilakukan 'on site' atau di tempat kejadian maupun di sarana distribusi obat di wilayah setempat. Audit menyeluruh juga dilakukan pada 10 perusahaan yang memproduksi bupivacain, baik jenis injeksi biasa maupun injeksi spinal atau heavy.

Terkait kasus ini, Kementerian kesehatan juga mengimbau rumah sakit untuk memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu dan aman bagi pasien. "Demikian juga masyarakat diharapkan tetap tenang dan dapat memilah informasi yang benar," tandas Oscar.

Baca juga: BPOM Investigasi Dugaan Injeksi Bupivacain yang Tewaskan Pasien di Lampung (up/vit)

Berita Terkait