Jumat, 08 Apr 2016 13:03 WIB

Perut Sakit Dikira Konstipasi, Jenika Melahirkan Beberapa Detik Kemudian

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Foto: Cascade News Foto: Cascade News
London - Jenika Tailor tak pernah tahu dirinya tengah hamil. Sebab, selama ini Jenika teratur haid, tidak mengalami kenaikan berat badan dan meningkatnya nafsu makan, atau nyeri punggung.

Namun, hal mengejutkan ia alami ketika bulan lalu Jenika ke toilet karena perutnya terasa sakit. Jenika mengira nyeri perutnya akibat sembelit atau datang bulan. Merasa kondisinya memburuk, Jenika lantas memanggil sang ibu yang segera masuk ke kamar mandi dan terkejut melihat perdarahan yang dialami Jenika.

"Ibu saya kemudian memegang area bawah tubuh saya dan ia mengatakan bisa merasakan kepala bayi. Hanya beberapa detik kemudian, lahirlah Zara dengan berat kurang lebih 1,8 kg. Ibu lantas memanggil paramedis dan mereka membawa kami ke rumah sakit," tutur Jenika seperti dilaporkan Cascade News.

Karena tidak menyadari dirinya tengah hamil, Jenika tetap minum alkohol seperti biasanya. Bahkan sehari sebelum melahirkan, Jenika masih menikmati cocktail bersama ibunya. Saat melahirkan, Jenika mengaku tidak perlu mengejan karena menurutnya Zara bisa dengan mudah lahir.

Baca juga: Ambulans Telat Datang, Perawat Ini Melahirkan Seorang Diri di Toilet

"Zara seperti lahir begitu saja. Ini benar-benar kejadian yang membuat shock tapi saya dan keluarga beserta pasangan saya tetap bahagia menerima kedatangan Zara," ujar Jenika.

Kini, si kecil Zara sudah berusia 3 minggu lebih dan Jenika mengatakan putrinya itu luar biasa. Sama seperti bayi lainnya, Zara lebih banyak menghabiskan waktunya untuk tidur dan berat badannya pun kini sudah bertambah.

Soal tiba-tiba melahirkan tanpa adanya tanda kehamilan sebelumnya, dr Sita Ayu Arumi dari RS Bunda Jakarta mengatakan bisa saja ada gejala kehamilan tapi tidak disadari. Misalnya saja telat haid tapi tidak disadari karena memang siklus haid yang tidak lancar.

"Yang dikira tetap haid selama hamil bisa saja itu perdarahan yang terjadi di trimester pertama atau tengah kehamilan dan sembuh dengan sendirinya. Sehingga, perdarahan tersebut dianggap sebagai mens yang sudah berhenti," kata dr Sita.

Baca juga: Gara-gara Bacterial Vaginosis Saat Hamil, Amanda Melahirkan Bayi Prematur


(rdn/vit)