"Jadi laporan terakhir masih seperti yang kemarin ada 3 yang diberikan ke saya. Ini hari mereka pergi dengan DPR. Jadi yang dilaporkan saat itu ada 5 operasi memang, 3 orang meninggal dan memakai obat yang sama, yang 2 (pasien) justru tidak (meninggal). Ini yang lagi diselidiki. Tapi mereka sudah berkumpul antara dokter anestesinya, ahli anestesinya, Kemenkes, dari berbagai pihak rumah sakit, kepolisian dan sebagainya. Nanti kita lihat," ujar Menkes Nila kepada wartawan usai bertemu Wapres Jusuf Kalla di Kantor Wapres, Jl Medan Merdeka Utara, Senin (11/4/2016).
Nila menyebut penarikan bupivacaine dilakukan untuk keamanan pasien. Tim sudah melakukan pengecekan terhadap bupivacaine yang digunakan saat pasien melakukan operasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: BPOM Investigasi Dugaan Injeksi Bupivacain yang Tewaskan Pasien di Lampung
Ketua Badan Pengawas Rumah Sakit (BPRS) dr Slamet Riyadi Yuwono DTM&H, MARS dari RS Mitra Husada Pringsewu, dalam keterangan sebelumnya menerangkan tiga pasien yang meninggal yakni berjenis kelamin pria usia 17 tahun, pria usia 62 tahun, dan perempuan usia 30 tahun. Ketiganya melakukan operasi di hari yang sama yaitu Senin (4/4/2016).
BPOM kemudian melakukan investigasi dengan melakukan pemeriksaan di tempat kejadian untuk mendapatkan data dan fakta kronologis kejadian yang sebenarnya. BPOM juga mengambil contoh bupivacain injeksi untuk pengujian mutu.
Baca juga: Soal Kasus Injeksi Bupivacain, 3 Pasien di Lampung Kejang Sebelum Meninggal (fdn/up)











































