Selasa, 12 Apr 2016 16:02 WIB

Tak Bisa Menyusui Sementara, Ronja Biarkan Bayinya Disusui 5 Orang Asing

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Foto: Facebook
Cornwall - Pada Minggu (3/4) lalu, Ronja Wiedenback (26) tiba-tiba kolaps pasca merasakan sakit luar biasa akibat kista ovarium yang sudah diidapnya bertahun-tahun. Untuk meredakan sakitnya itu, dokter memberi morfin pada Ronja yang berarti ia tidak bisa menyusui sementara waktu.

Karena ingin tetap memberi ASI pada putranya Rio yang berusia 10 bulan, Ronja lantas menuliskan pesan di laman Facebook salah satu komunitas ibu menyusui di Inggris 'Yummy Mummies'. Ronja menuliskan bahwa dirinya tengah dirawat di Treliske Hospital, Cornwall dan karena pengobatan ia tidak bisa menyusui bayinya.

Ronja berharap para ibu ada yang bersedia menjadi donor ASI bagi Rio dengan cara menyusuinya langsung. Tak disangka, dalam waktu satu jam sudah ada ibu yang datang langsung ke rumah sakit untuk menyusui Rio. Sementara, sudah lebih dari 1.000 ibu yang merespons tulisan Ronja. Saat ibu yang akan mendonorkan ASI-nya datang, ada pengalaman menarik yang dialami Ronja.

"Rio yang selama ini memang tidak pernah minum ASI dari cangkir atau dot seperti memandang saya dan meminta izin agar ia menyusu pada ibu lain. Setelah saya katakan 'silakan lakukan itu, Nak' Rio dengan mudah melakukan pelekatan pada payudara ibu yang mendonorkan ASI-nya," kata Ronja seperti yang tertulis di laman Facebooknya.

Total, ada lima ibu yang menyusui Rio sampai Ronja dibolehkan pulang pekan lalu. Ronja menekankan, ibu yang hendak menjadi donor ASI juga dimintai keterangan bahwa mereka tidak memiliki catatan kriminal dan kondisi kesehatannya baik. Proses menyusui juga dilakukan di sisi tempat tidur RS Ronja. Jika si ibu hendak membawa Rio ke rumahnya sehingga proses menyusui lebih mudah, ada anggota keluarga yang mendampingi si kecil Rio.



Baca juga: Meski Ibu Sedang Batuk Pilek, ASI Tetap Aman Kok untuk Bayi

Sebagai kenang-kenangan, Ronja juga tak segan memposting foto ketika Rio menyusu pada ibu susunya. Meski demikian, ada pula orang berkomentar negatif tentang apa yang dilakukan Ronja mengingat orang yang bersedia menyusui Rio adalah orang asing.

"Ini natural dan saya melakukan ini demi anak saya Rio. Dukungan dari ibu-ibu lain amat berarti bagi saya. Lagipula, saya juga sudah memastikan bahwa ibu yang menyusui Rio bukanlah orang sembarangan dan ASI yang mereka beri pada anak saya aman. Saya sangat berterima kasih pada para ibu yang sudah mau menyusui Rio," tutur Ronja.

Terkait donor ASI, dr Rosalina D. Roeslani, SpA(K) dari Satgas ASI Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan donor ASI juga dapat menularkan penyakit HIV, hepatitits, herpes dan bakteri. Untuk mendapatkan donor ASI yang ideal, diperlukan berbagai prosedur untuk memastikan ASI dari donor benar-benar steril dan layak dikonsumsi bayi.

Proses skrining seharusnya dilakukan dalam 2 tahap yakni pemeriksaan lisan berupa pertanyaan seputar riwayat kesehatan pendonor dan pemeriksaan medis untuk mendeteksi adanya virus yang berbahaya. Setelah menjalani skrining, barulah pendonor diperkenankan mendonorkan ASI.

"Setelah didonorkan, ASI masih harus menjalani proses pasteurisasi untuk mematikan bakteri serta virus berbahaya. Tak hanya itu, penyimpanannya pun juga membutuhkan wadah dan suhu khusus agar ASI tetap awet," kata dr Rosalina.

Baca juga: Menyusui Bayi dengan Tali Lidah Pendek, Ria Sempat Dibantu Donor ASI


(rdn/vit)