Kamis, 14 Apr 2016 14:38 WIB

Mengenal Bakteri Pemakan Daging

Firdaus Anwar - detikHealth
Ilustrasi bakteri (Foto: Thinkstock) Ilustrasi bakteri (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Necrotizing fasciitis (NF) adalah infeksi bakteri parah yang menyebabkan hancurnya jaringan otot, kulit, dan area sekitarnya. Awalnya bisa bermula hanya dari luka kecil saja, namun lama kelamaan bakteri akan menyebar 'memakan' daging sehingga saat sudah parah terpaksa harus amputasi.

Apa yang menjadi penyebabnya? Profesor Mary B. Farone dari departemen biologi Middle Tennessee State University menjelaskan ada macam-macam bakteri yang bisa menyebabkannya. Sebagai contoh ada bakteri dari golongan Streptococcus, Escherichia, Klebsiella, Clostridium, dan Aeromonas.

"Infeksi bisa terjadi hanya karena satu jenis bakteri saja seperti yang biasanya terjadi pada Streptococcus pyogenes, atau bisa juga infeksi banyak bakteri," kata Farone seperti dikutip dari Live Science pada Kamis (14/4/2016).

Baca juga: Kasus-kasus Infeksi Bakteri Pemakan Daging dari Berbagai Belahan Dunia

Ketika bakteri masuk ke dalam jaringan lunak tubuh, biasanya lewat luka yang tak dirawat dengan baik, ia akan tumbuh berkembang dan menghasilkan racun. Racun ini lah yang kemudian dapat menghancurkan jaringan tubuh dan semakin luas oertumbuhan bakteri maka semakin luas pula jaringan yang hancur.

Gejala yang ditimbulkan bisa ngilu, demam, meriang, keletihan, dan muntah-muntah. Pada kulit akan terlihat juga area merah yang perlahan menghitam tanda terjadinya kematian jaringan.

Sebetulnya sistem imun kita bisa melawan namun pada beberapa kasus kadang tak cukup kuat. Bakteri seperti Streptococcus pyogenes yang paling sering menyebabkan NF bahkan diketahui bisa menghasilkan racun yang membuat sistem imun bereaksi berlebihan sehingga malah menyerang sel sehat.

Pengobatan pada kasus NF adalah pemberian antibiotik yang kuat untuk menghilangkan bakteri dan pada beberapa kasus kemungkinan juga amputasi. Amputasi dilakukan apabila kerusakan sudah terlalu parah dan untuk langkah pencegahan agar bakteri tak menyebar lebih jauh.

Meski terdengar mengerikan, Farone mengatakan kasus NF jarang terjadi. Bakteri Streptococcus pyogenes sendiri lebih sering menyebabkan penyakit radang tenggorokkan.

"Jika Anda memiliki sistem imun yang baik dan mempraktikkan perawatan luka yang baik maka Anda tak perlu khawatir. Tipe infeksi parah seperti ini jarang terjadi. Ketahui dan kenali gejalanya sehingga bisa menyadari kapan perhatian medis diperlukan," tutup Farone.

Baca juga: Demam Dikira Flu Biasa, Ternyata Pria Ini 'Digerogoti' Bakteri Pemakan Daging

(fds/vit)
News Feed