Jumat, 15 Apr 2016 16:33 WIB

Orang Obesitas Mungkin Ingin Makan Sehat, Tapi Otak Tak 'Sejalan'

Firdaus Anwar - detikHealth
Foto: thinkstock
Jakarta - Menurut laporan World Health Organization (WHO) saat ini jumlah kasus obesitas di dunia sudah mengalahkan kasus kelaparan. Bila kondisi ini terus dibiarkan maka penyakit tak menular seperti diabetes, stroke, dan serangan jantung akan semakin meningkat menjadi pembunuh nomor satu di dunia.

Sebagian besar orang yang obesitas mungkin menyadari hal ini dan ingin kurus namun kesulitan. Studi yang dilakukan oleh peneliti dari University of Cambridge melihat penyebabnya mungkin bukan karena masalah motivasi saja.

Ekperimen yang dilakukan pada 23 partisipan kurus dan 40 partisipan obesitas menunjukkan bahwa kedua kelompok mampu membedakan makanan mana yang sehat dan mana yang tidak ketika peneliti menunjukkan beberapa gambar makanan. Tapi ketika dihadapkan pada makanan yang sama di prasmanan, orang-orang obesitas lebih banyak memilih makanan tak sehat.

Baca juga: Mana yang Lebih Bikin Gemuk, Kurang Tidur atau Tidur Melulu?

Pindaian magnetic resonance imaging (MRI) melihat bahwa otak partisipan obesitas sebetulnya cenderung ingin mengonsumsi makanan sehat. Tapi kemudian pada bagian otak yang disebut ventromedial prefrontal cortex, area yang mempertimbangkan nilai kepuasan, aktivitasnya cenderung minim.

Peneliti mengatakan pada orang obesitas bagian ventromedial prefrontal cortex ini ditemukan juga lebih tipis dari mereka yang kurus. Konsekuensinya mungkin saja memang membuat seseorang menjadi lebih berisiko untuk menyerah pada nafsunya.

"Ada perbedaan jelas yang terjadi antara hipotesis pilihan makanan sehat dan makanan yang benar-benar dimakan oleh orang gemuk," kata ahli psikologi yang terlibat dalam penelitian, Dr Nenad Medic, seperti dikutip dari Medical Daily pada Jumat (15/4/2016).

"Meski mereka tahu bahwa beberapa makanan tidak sehat, dan mereka sendiri mengatakan tidak akan memilihnya, tapi bila sudah dihadapkan pada makanan terkait maka bisa jadi cerita yang berbeda," pungkasnya.

Baca juga: Pakar Ungkap Berada di Ruangan Dingin Bisa Bantu Kecilkan Lingkar Perut (fds/vit)