Senin, 18 Apr 2016 17:28 WIB

Bahan Pengawet Makanan Juga Bisa Picu Alergi

Martha Heriniazwi Dianthi - detikHealth
Sarihusada bekerjasama dengan departemen ilmu kedokteran komunitas fakultas kedokteran universitas indonesia hari ini menyelenggarakan aksi tanggap alergi day di kawasan Bundaran HI, Jakarta (17/4/2016). Foto: Hasan Alhabshy Sarihusada bekerjasama dengan departemen ilmu kedokteran komunitas fakultas kedokteran universitas indonesia hari ini menyelenggarakan aksi 'tanggap alergi day' di kawasan Bundaran HI, Jakarta (17/4/2016). Foto: Hasan Alhabshy
Jakarta - Pada tahun 2011, World Allergy Organization (WOA) mengungkapkan sekitar 30-40 persen dari total populasi manusia di dunia mengalami berbagai macam alergi. Di Indonesia sendiri, alergi terhadap makanan menjadi yang paling sering ditemui.

"Berdasarkan beberapa penelitian, alergi makanan yang paling sering dijumpai biasanya dipicu oleh bahan pengawet atau MSG (monosodium glutamat)," kata Dr dr Herqutanto, MPH, MARS, Ketua Departemen Ilmu Kedokteran Komunitas, Fakultas Kedokteran UI (FKUI), ditemui dalam acara 'Bunda Tanggap Alergi dengan 3K: Kenali, Konsultasi, Kendalikan', di arena Car Free Day, Jl Jendral Sudirman, Jakarta Pusat, Minggu (19/3/2016).

Baca juga: Ini Akibatnya Jika Alergi Susu Sapi Tak Ditangani dengan Baik

Selain itu, data dari Divisi Alergi-Imunologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, terdapat empat persen anak di Indonesia yang memiliki alergi susu sapi. Apabila dibiarkan, alergi dapat berkembang menjadi bentuk alergi lain ketika anak dewasa.

Dikatakan oleh Dr dr Zakiudin Munasir, SpA(K), dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) alergi susu sapi pada anak umumnya akan hilang sendiri di usia tiga tahun. Namun bila alergi tak dijaga dan kerap kambuh maka bisa berkembang menjadi bentuk alergi lain ketika beranjak dewasa.

Untuk mencegah alergi lain, orang tua perlu hati-hati menjaga agar alergi anak tak terpicu. Bila anak alergi susu sapi makan pemberian susu sapi yang terhidralisis atau susu soya yang lebih dapat ditoleransi tubuh bisa diberikan tanpa mengorbankan asupan nutrisi untuk anak.

"Alergi susu sapi itu pintu atau jendela menuju yang lain-lain kalau kita tak cegah atau ditatalaksana dengan baik," lanjut dr Zaki.

Baca juga: Yuk! Kenali Gejala Alergi pada Anak

Walaupun banyak yang mengalami alergi terhadap makanan, orang Indonesia termasuk yang rendah mengalami alergi. Hal itu berbanding terbalik dengan masyarakat Barat.

"Mungkin karena faktor genetik juga membuat orang Barat seperti Eropa atau Amerika gampang sekali alergi. Kalau orang kita mah, jarang mengalami alergi," tutup dr Herqutanto. (vit/vit)