"Berdasarkan beberapa penelitian, alergi makanan yang paling sering dijumpai biasanya dipicu oleh bahan pengawet atau MSG (monosodium glutamat)," kata Dr dr Herqutanto, MPH, MARS, Ketua Departemen Ilmu Kedokteran Komunitas, Fakultas Kedokteran UI (FKUI), ditemui dalam acara 'Bunda Tanggap Alergi dengan 3K: Kenali, Konsultasi, Kendalikan', di arena Car Free Day, Jl Jendral Sudirman, Jakarta Pusat, Minggu (19/3/2016).
Baca juga: Ini Akibatnya Jika Alergi Susu Sapi Tak Ditangani dengan Baik
Selain itu, data dari Divisi Alergi-Imunologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, terdapat empat persen anak di Indonesia yang memiliki alergi susu sapi. Apabila dibiarkan, alergi dapat berkembang menjadi bentuk alergi lain ketika anak dewasa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk mencegah alergi lain, orang tua perlu hati-hati menjaga agar alergi anak tak terpicu. Bila anak alergi susu sapi makan pemberian susu sapi yang terhidralisis atau susu soya yang lebih dapat ditoleransi tubuh bisa diberikan tanpa mengorbankan asupan nutrisi untuk anak.
"Alergi susu sapi itu pintu atau jendela menuju yang lain-lain kalau kita tak cegah atau ditatalaksana dengan baik," lanjut dr Zaki.
Baca juga: Yuk! Kenali Gejala Alergi pada Anak
Walaupun banyak yang mengalami alergi terhadap makanan, orang Indonesia termasuk yang rendah mengalami alergi. Hal itu berbanding terbalik dengan masyarakat Barat.
"Mungkin karena faktor genetik juga membuat orang Barat seperti Eropa atau Amerika gampang sekali alergi. Kalau orang kita mah, jarang mengalami alergi," tutup dr Herqutanto. (vit/vit)











































