Belakangan, berat badan maupun indeks massa tubuh (IMT) makin ditinggalkan karena tidak memperhitungkan komposisi massa lemak dan otot. Padahal banyak orang memiliki berat badan serta IMT yang tinggi, namun tetap sehat karena komposisi ototnya lebih dominan dibanding massa lemak.
Massa otot memegang peran yang sangat penting dalam menjaga kebugaran. Kekuatan untuk melakukan aktivitas fisik berasal dari kerja otot. Jika ototnya sedikit, kekuatan berkurang dan rangka tubuh akan menahan beban ekstra karena tidak ada yang menyangganya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mumpung masih muda, otot harus dilatih agar berkembang. Kalau sudah tua, menambah massa otot itu jauh lebih sulit daripada membakar lemak," lanjut dr Zaini.
Baca juga: Mana yang Lebih Bikin Gemuk, Kurang Tidur atau Tidur Melulu?
Sama halnya dengan massa otot, massa lemak bagaimanapun tetap dibutuhkan meski memang harus dijaga agar tidak berlebihan. Khususnya bagi perempuan, massa lemak memegang peran penting dalam regulasi hormon.
"Lemak terlalu sedikit bisa menyebabkan tidak menstruasi," sebut dr Zaini.
Dikutip dari WebMD, The American Council on Exercise menyebut persentase lemak ideal adalah 21-24 persen pada perempuan dan 14-17 persen pada laki-laki. Persentase lemak dikatakan berlebihan jika melebihi 32 persen pada perempuan dan 26 pada laki-laki.
Baca juga: Bobot Vs Bentuk Badan, Mana yang Lebih Menentukan Kesehatan Jantung? (up/vit)











































