Studi: Selada Air Bisa Jadi 'Senjata' untuk Hentikan Kebiasaan Merokok

Studi: Selada Air Bisa Jadi 'Senjata' untuk Hentikan Kebiasaan Merokok

Hillariana Ikhlash Devani - detikHealth
Jumat, 22 Apr 2016 16:49 WIB
Studi: Selada Air Bisa Jadi Senjata untuk Hentikan Kebiasaan Merokok
Foto: thinkstock
Jakarta - Susah menghentikan kebiasaan merokok? Tenang, studi dari University of Pittsburgh ini menemukan alternatif untuk menghentikan kebiasaan merokok yakni dengan memanfaatkan selada air. Kok bisa?

Dalam studi ini, disebutkan jika konsumsi ekstrak selada air beberapa kali dalam seminggu dapat mendetoksifikasi karsinogen dan racun yang ada dalam asap rokok. Caranya cukup mudah. Pada studi ini, perokok hanya perlu mengonsumsi 10 miligram ekstrak selada air yang dicampur dengan satu militer minyak zaitun dan meminumnya empat kali seminggu.

Hasil penelitian menunjukkan dalam satu minggu, ekstrak selada air mengurangi karsinogen berupa nikotin sebanyak 7,7 persen. Ekstrak ini juga menetralkan toksin benzena sebesar 24,6 persen dan akrolein sebesar 15,1 persen. Tapi peneliti mencatat, tidak ada perubahan pada kadar zat crotonaldehyde.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Perokok memiliki risiko lebih besar mengidap kanker paru-paru dari masyarakat umum. Membantu perokok berhenti merokok adalah prioritas utama dari pencegahan kanker ini," ujar Dr Jian-Min Yuan, dari Pitt Graduate school of Public Health, dikutip dari Daily Mail, Jumat (22/4/2016).

Baca Juga: Vaping ataupun Rokok Biasa, Sama-sama Merugikan Perokok Pasif

Walaupun begitu, Yuan juga menyadari bahwa nikotin pada rokok menjadi zat yang menimbulkan ketergantungan pada perokok. Sehingga, wajar jika butuh waktu yang cukup lama untuk berhenti dari kebiasaan merokok. Ekstrak selada air dapat melindungi perokok terhadap kanker, dan menurut Yuan penemuan ini sangat berguna. Lantas, kepada siapa ekstrak selada air ini lebih bermanfaat?

Peneliti menemukan orang yang tidak memiliki gen terkait dengan penyakit genetik membuat antioksidan glutathione lebih mudah menghilangkan karsinogen dan racun dari tubuh. Hal ini membuat proses penetralan toksin benzena naik hingga 95 persen, acrolein 32,7 persen dan crotonaldehyde 29,8 persen.

Walaupun begitu, peneliti mengatakan percobaan klinis perlu dilakukan sebelum pengobatan dapat direkomendasikan untuk perokok.

"Memakan ekstrak selada air ini berbeda dengan langsung mengonsumsi selada air atau brokoli. Efek yang ditimbulkan tidak akan sama," ujar Yuan yang penelitiannya disajikan di American Association for Cancer Research Annual Meeting in New Orleans.

Baca Juga: Sampai 30 Mei, Bisa Cek Kesehatan Gratis di Beberapa Pasar Tradisional di DKI

(rdn/vit)

Berita Terkait