Sebuah studi yang dipimpin oleh Yale University menemukan, pada lansia, peradangan yang disebabkan sel-sel darah putih yang melawan virus flu lah yang menjadi penyebab utama kerusakan jaringan paru-paru, bukan virus flu itu sendiri. Studi yang diterbitkan di Journal Science ini mengungkapkan bahwa ada banyak cara untuk melindungi para lansia dari virus flu musiman.
"Sebuah obat yang mengurangi peradangan bisa memperpanjang kelangsungan hidup pada lansia dengan flu," ujar Profesor Akiko Iwasaki dari Howard Hughes Medical Institute.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca Juga: Tempelkan Kapas Beralkohol ke Udel Bisa Redakan Flu? Ini Kata Dokter
Respons yang dimaksud adalah respons dari sel darah putih atau neutrofil yang bertanggung jawab untuk melawan infeksi dengan efek samping peradangan. Sayangnya, peradangan ini juga merusak jaringan di paru-paru. Diungkapkan Iwasaki, hasil ini dapat memberikan keterangan untuk merawat lansia dengan penyakit flu.
"Kita harus mengurangi sel-sel kekebalan yang menghancurkan paru-paru. Pengurangannya dikenal sebagai caspases inflammasome," ujar Iwasaki yang juga penulis senior studi ini, dikutip dari Telegraph, Minggu (24/4/2016).
Sementara itu, diketahui ada sekitar 43.900 kematian akibat flu di Inggris dan Wales pada musim dingin antara tahun 2014 sampai 2015. Jumlah itu meningkat 151 persen lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Peningkatan itu disebabkan tidak efektifnya vaksin flu tahun itu. Sedangkan, di seluruh dunia, 90 persen dari kematian akibat flu terjadi pada mereka yang berusia 65 tahun lebih.
Baca Juga: Demam Dikira Flu Biasa, Ternyata Pria Ini 'Digerogoti' Bakteri Pemakan Daging
(rdn/vit)











































