Menurut peneliti dari Lancaster University dan Morecambe Bay NHS Trust, anoreksia lebih dipicu oleh infeksi bakteri. Ketika bakteri ini masuk ke tubuh, sistem imun mengalami 'kebingungan'. Saat itulah ia lantas menyerang otak dan hal ini menyebabkan munculnya perasaan atau emosi yang ekstrem seperti jijik atau takut.
"Pada remaja perempuan, kondisi ini lantas dikait-kaitkan dengan gagasan tentang bentuk tubuh ideal. Jadi perasaan jijik dan takut tadi diarahkan pada kondisi yang membuat mereka mengalami apa yang kemudian disebut anoreksia," terang peneliti, Dr Quenton Wessels seperti dilaporkan Telegraph.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wessels dan peneliti lain juga sepakat faktor psikis di balik anoreksia memang relevan, tetapi tidak cukup kuat untuk dijadikan sebagai penyebab utama.
"Seperti halnya yang dialami orang-orang dengan gangguan fungsional. Sebagian dari mereka pernah mengalami penganiayaan fisik dan pelecehan seksual di masa kecil. Namun apa yang terjadi di masa lalu mereka tidak bisa dikatakan sebagai penyebab utama," tulis peneliti dalam jurnal Medical Hypotheses.
Peneliti berharap dengan temuan ini, pengobatan anoreksia bisa dikembangkan, sebab selama ini belum ada pakar yang berhasil menyembuhkan gangguan makan tersebut. Salah satu gagasan yang dikemukakan peneliti adalah dengan mendonorkan sel-sel imun dari orang yang sehat ke pasien anoreksia, dengan harapan cara ini dapat menghentikan gejalanya.
Sayangnya peneliti belum bisa menemukan bakteri apa yang bisa memberikan dampak emosional tersebut. Untuk itu penelitian di laboratorium akan segera dilakukan dalam waktu dekat.
Baca juga: Sering Menimbang Berat Turunkan Rasa Percaya Diri Remaja Perempuan
Peneliti juga percaya, kondisi lain seperti Irritable Bowel Syndrome (IBS) dan Chronic Fatigue Syndrome (CFS) memiliki patologi yang sama dengan anoreksia, yaitu dipicu oleh bakteri yang 'nyasar' ke tubuh. Temuan ini diperkuat dengan fakta bahwa wanita memang lebih rentan terserang penyakit autoimun, yaitu hingga 10 kali lebih besar dari pria.
(lll/vit)











































