Hal tersebut disampaikan dokter kulit bersertifikat dan spesialis kuku di Chapel Hill, North Carolina, Chris G Adigun, MD. Jika terlalu sering menggigit kuku, Adigun menyatakan Anda bisa mengalami luka di kuku dan kerusakan permanen.
"Jika sesekali, menggigit kuku mungkin tidak mengganggu, misalnya dilakukan ketika orang sedang stres. Tapi, jika sudah kronis, itu bisa mengganggu kehidupan seseorang," tutur direktur obsessive-compulsive disorder (OCD) spectrum study center di University of Montreal, Kieron "O'Connor, PhD.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Pakai cat kuku dengan rasa dan aroma tak sedap
"Menggunakan cat kuku dengan aroma yang tidak Anda sukai, tapi tetap mengandung bahan yang amat bisa membantu menghentikan kebiasaan Anda menggigit kuku. Sebab, dengan mencium aroma yang tidak Anda suka di kuku saja sudah membuat Anda jauh-jauh dari kuku Anda," tutur Adigun.
2. Lakukan manikur
The American Academy of Dermatology menunjukkan kadang perawatan kuku yang mahal bisa mencegah Anda menggigit kuku. Sudah pasti, mengingat uang yang digunakan untuk mempercantik kuku pastinya membuat Anda merasa 'sayang' jika harus merusak kuku bukan?
Baca juga: Adakah Garis Hitam di Kuku? Jangan-jangan Itu Tumor
![]() |
3. Ketahui penyebabnya dan ubah kebiasaan
O'Connor mengatakan, jika menggigit kuku sering dilakukan ketika Anda gugup, maka hal itu berkaitan dengan stres atau cemas yang dirasakan. Untuk itu, O'Connor menyarankan jika sedang stres atau gugup, alihkan tangan Anda untuk memegang lutut misalnya, jangan diarahkan ke mulut.
"Dengan begitu Anda bisa perlahan mengubah respons terhadap stres. Strategi relaksasi lain juga bisa dilakukan seperti menarik napas dalam-dalam. Sehingga, saat Anda tidak terlalu gugup, keinginan untuk mengigit kuku pun tidak muncul," tutur O'Connor.
4. Ubah ekspektasi
Dikatakan O'Connor, nail bitter atau orang yang 'hobi' menggigit kuku cenderung perfeksionis. Untuk itu, guna mengurangi kemungkinan menggigit kuku, coba ubah ekspektasi terhadap sesuatu. Namun, bukan berarti Anda menjadi malas untuk mencapai tujuan.
"Berpikirlah realistis apa hal yang bisa Anda capai atau tidak. Sebab, ketika Anda terlalu terobsesi menapai sesuatu, salah satu hal yang kerap dilakukan si perfeksionis adalah menggigit kuku. Cobalah tenang dan tetap fokus pada tujuan Anda," kata O'Connor memberi pesan.
5. Temui konselor
Ketika kebiasaan menggigit kuku sudah mengganggu hidup Anda atau berkaitan dengan masalah psikologi yang dialami, seperti gangguan kecemasan, O'Connor menyarankan untuk berkonsultasilah dengan konselor. Terutama, konselor yang mengkhususkan diri pada Obsessive Compulsive Disorder (OCD) atau gangguan kecemasan. Dengan begitu, selain mengatasai masalah psikis yang dialami, mengubah kebiasaan buruk seperti menggigit kuku pun dapat dilakukan.
Baca juga: Jangan Malas! Ini 4 Manfaat Rutin Menggunting Kuku untuk Kesehatan (rdn/vit)












































