Ketua tim penanganan Kejadian Sentinel Serius (KSS), Prof dr Herqutanto, SpF(K) menganalogikannya dengan kasus keracunan sianida yang dicampur dalam kopi. Menurutnya, uji mutu seperti yang dilakukan BPOM ibarat memastikan bahwa yang diminum korban adalah kopi.
"Kalau diperiksa kopinya bener atau nggak, ya kopinya bener. Ada sianida atau nggak, itu nggak diperiksa," tutur Prof Herqutanto, ditemui usai rapat di gedung DPR RI, Kamis sore (28/4/2016).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: BPOM: 6 Sampel Obat Anestesi Bupivacain di Lampung Memenuhi Syarat
Sementara dalam kesimpulan tim penanganan KSS, berbagai kejadian tidak diinginkan yang terjadi belakangan ini dikatakan patut diduga terkait dengan zat yang terkandung dalam produk tertentu bupivacain. Investigasi lebih lanjut dibutuhkan untuk mengukur derajat keterkaitannya.
"Berdasarkan kejadian yang mendadak. Di beberapa wilayah ada 12 kasus, periodenya sama, sumbernya sama yakni bupivacain merk tertentu," jelas Prof Herqutanto, seperti ditulis pada Jumat (29/4/2016).
Baca juga: Kasus Injeksi Bupivacain Berlanjut, Tercatat 10 Orang Meninggal dalam 3 Pekan
Dalam kurun 3 pekan sejak terungkapnya kematian 3 pasien usai pemberian injeksi bupivacain di Lampung, tim penanganan KSS mencatat 12 kasus serupa, 10 kasus di antaranya meninggal dunia. Kedua belas kasus tersebar di 7 kota yakni Lampung, Denpasar, Mataram, Padang, Aceh, Surabaya, Bengkulu. (up/vit)











































