Jakarta -
Berkunjung ke rumah sakit diketahui dapat meningkatkan risiko infeksi nosokomial. Studi membuktikan ada 4 penyakit yang paling umum menyerang seseorang sehabis berkunjung ke rumah sakit. Apa saja?
Infeksi nosokomial merujuk kepada penyakit-penyakit yang menyerang ketika seseorang berkunjung ke rumah sakit. Penularan bisa datang ketika seseorang menjalani pengobatan rawat inap atau melakukan tindakan operasi.
Data dari Center for Disease COntrol and Prevention (CDC) Amerika Serikat menyebut 1,7 juta orang mengalami kondisi ini dan 99.000 meninggal tiap tahunnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lalu, penyakit apa saja yang bisa ditularkan dari rumah sakit? Dirangkum dari berbagai sumber, berikut 4 penyakit yang bisa didapat dari kunjungan ke RS:
Baca juga: Staf Rumah Sakit Sering Tularkan Kuman dari Sarung Tangan dan Gaun
1. Infeksi saluran kencing
Foto: thinkstock
|
Infeksi saluran kencing merupakan penyakit paling sering menular akibat kunjungan ke rumah sakit. Data CDC menyebut lebih dari 30 persen pasien infeksi nosokomial mengeluhkan penyakit ini.
Penyakit ini disebabkan oleh ifneksi bakteri E. coli. Bakteri E. coli yang masuk ke sistem peredaran darah menyerang saluran kemih dan menyebabkan infeksi di bagian bawah (cystitis) dan atas (pyelonephritis).
Gejala utamanya adalah rasa perih seperti terbakar ketika buang air kecil. Penyakit ini bisa disembuhkan dengan penggunaan antibiotik. Namun jika gejala tidak hilang setelah 3 hari pengobatan, disarankan untuk menemui dokter untuk pemeriksaan lanjutan.
2. Pneumonia
Foto: Thinkstock
|
Pneumonia ada di nomor 2 dalam daftar penyakit paling sering menular di rumah sakit. Berdasarkan data, infeksi pneumonia mengancam 15-20 persen pasien yang dirawat di rumah sakit.
Pada kasus pneumonia karena infeksi nosokomial, penyebab utamanya adalah bakteri dan bukan virus. Pasien bisa mengalami demam dengan suhu tubuh di atas 37,8 derajat celsius.
Infeksi pneumonia biasanya membuat pasien lebih lama berada di rumah sakit sekitar 1-2 minggu.
3. Gastroenteritis
Foto: thinkstock
|
Gastroenteritis atau radang saluran cerna menyerang 10 persen orang yang pernah dirawat di rumah sakit. Penyakit ini dapat menyebabkan diare parah yang berbahaya bagi kelompok lanjut usia.
Ada dua penyebab gastroenteritis. Pertama adalah karena infeksi norovirus, dan kedua adalah infeksi bakteri Clostridium difficile yang sering ada di rumah sakit.
4. Sepsis puerperalis
Foto: thinkstock
|
Sepsis puerperalis adalah infeksi pada saluran kelamin yang terjadi setelah melahirkan. Infeksi ini dapat menyebabkan kematian karena terjadinya peradangan di seluruh tubuh akibat masuknya bakteris dari vagina.
Gejala yang timbul umumnya adalah nyeri di sekitar pinggang, demam lebih dari 39 derajat celsius dan bau busuk pada vagina.
Faktor risiko infeksi ini antara lain melahirkan melalui operasi bedah caesar.
Infeksi saluran kencing merupakan penyakit paling sering menular akibat kunjungan ke rumah sakit. Data CDC menyebut lebih dari 30 persen pasien infeksi nosokomial mengeluhkan penyakit ini.
Penyakit ini disebabkan oleh ifneksi bakteri E. coli. Bakteri E. coli yang masuk ke sistem peredaran darah menyerang saluran kemih dan menyebabkan infeksi di bagian bawah (cystitis) dan atas (pyelonephritis).
Gejala utamanya adalah rasa perih seperti terbakar ketika buang air kecil. Penyakit ini bisa disembuhkan dengan penggunaan antibiotik. Namun jika gejala tidak hilang setelah 3 hari pengobatan, disarankan untuk menemui dokter untuk pemeriksaan lanjutan.
Pneumonia ada di nomor 2 dalam daftar penyakit paling sering menular di rumah sakit. Berdasarkan data, infeksi pneumonia mengancam 15-20 persen pasien yang dirawat di rumah sakit.
Pada kasus pneumonia karena infeksi nosokomial, penyebab utamanya adalah bakteri dan bukan virus. Pasien bisa mengalami demam dengan suhu tubuh di atas 37,8 derajat celsius.
Infeksi pneumonia biasanya membuat pasien lebih lama berada di rumah sakit sekitar 1-2 minggu.
Gastroenteritis atau radang saluran cerna menyerang 10 persen orang yang pernah dirawat di rumah sakit. Penyakit ini dapat menyebabkan diare parah yang berbahaya bagi kelompok lanjut usia.
Ada dua penyebab gastroenteritis. Pertama adalah karena infeksi norovirus, dan kedua adalah infeksi bakteri Clostridium difficile yang sering ada di rumah sakit.
Sepsis puerperalis adalah infeksi pada saluran kelamin yang terjadi setelah melahirkan. Infeksi ini dapat menyebabkan kematian karena terjadinya peradangan di seluruh tubuh akibat masuknya bakteris dari vagina.
Gejala yang timbul umumnya adalah nyeri di sekitar pinggang, demam lebih dari 39 derajat celsius dan bau busuk pada vagina.
Faktor risiko infeksi ini antara lain melahirkan melalui operasi bedah caesar.
(mrs/vit)