Senin, 02 Mei 2016 20:13 WIB

Studi: Kasus Ebola Lokal di Liberia Berasal dari Seorang Wanita

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Foto: thinkstock
Jakarta - Munculnya kasus lokal Ebola di Liberia setelah epidemi berakhir menarik perhatian peneliti. Ditemukan bahwa sumber utama kasus-kasus lokal tersebut adalah seorang wanita.

Sekelompok peneliti internasional meneliti sampel data genetik dari pasien yang terinfeksi setelah epidemi Ebola di Liberia dinyatakan selesai pertengahan tahun lalu. Hasil penelitian menyebut sampel virus kasus-kasus lokal di Liberia memiliki kemiripan dengan virus yang menyebabkan epidemi pada tahun 2013.

"Virus terbengkalai di tubuh seorang wanita yang sudah dinyatakan sehat dan sembuh dari Ebola. Jenis virus mirip dengan yang menyebabkan epidemi pada tahun 2013 sehingga mematahkan dugaan adanya penularan Ebola baru dari sumber bukan manusia atau tidak diketahui," tutur David Blackley dari US Centres for Diseases Prevention and Control, dikutip dari Reuters (2/5/2016).

Baca jugaMengintip Simulasi Penanganan Penyakit Menular di Pelabuhan Tanjung Priok

Penelitian mencatat ada 3 kasus Ebola lokal yang terjadi sejak epidemi berakhir. Yang paling parah terjadi di desa Margibi County, di mana 7 orang dinyatakan positif mengidap Ebola.

Meski sumber utama penyakit sudah diketahui, penelitian Blackey tidak bisa menentukan bagaimana virus dari satu orang wanita yang dinyatakan sembuh bisa menginfeksi tiga desa secara bersamaan. Dugaan sementara adalah virus bersemayam di mata dan testis.

"Masih perlu diteliti lebih lanjut bagaimana virus bisa terbengkalai (tidak aktif-red) pada tubuh seseorang. Namun bisa jadi virus melemah dan berkembang biak secara perlahan di mata dan testis, sehingga tidak memengaruhi tubuh secara langsung," tambahnya lagi.

Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat epidemi Ebola di Afrika Barat membunuh lebih dari 11.300 orang dan menginfeksi 28.600 lainnya. Guinea, Sierra Leone dan Liberia menjadi negara-negara dengan jumlah korban paling banyak.

Baca jugaAnggap Ebola Sudah Terkontrol, WHO Cabut Status Kondisi Darurat Global

(mrs/vit)