Saat itu sekitar 65 persen tubuh Pitt mengalami luka bakar dan dokter harus berjuang keras untuk menyelamatkan nyawanya. Dokter memprediksi bahkan bila Pitt berhasil selamat, ia tak akan bisa berjalan lagi terlebih mengikuti lomba.
Kini setelah menjalani lebih dari 100 kali operasi dan 864 hari dirawat di rumah sakit, Pitt kembali mencoba mengikuti lomba untuk membuktikan bahwa dirinya masih mampu. Pada Minggu (1/5/2016) ia pun berhasil menyelesaikan kompetisi triatlon Ironman Australia yang berjarak 226 kilometer.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya hanya fokus dan tak memikirkan gambaran besarnya. Saya mencoba berpikir dalam potongan-potongan kecil dan hanya memikirkan bagaimana caranya untuk bisa sampai ke stasiun tujuan berikutnya," kata Pitt seperti dikutip dari BBC, Selasa (3/5/2016).
Rintangan yang dialami oleh Pitt ketika menjalani lomba ini adalah ia harus sesekali berhenti karena tubuhnya bisa menjadi terlalu panas. Luka bakar yang dialami oleh Pitt membuat tubuhnya kehilangan kemampuan untuk mengatur suhu internal tubuh secara efektif sehingga ia harus lebih sering istirahat.
"Saya tak bisa lagi mengatur suhu tubuh saya dengan baik sehingga saya harus terus memonitor hal ini. Bila saya sudah kepanasan saya harus minum air, mungkin ditambah es, dan istirahat," kata Pitt.
Pitt yang kini seorang penulis buku dan motivator memilih berlari sebagai kegiatan untuk mencari donasi. Dana yang terkumpul diberikan pada yayasan Interplast yang bergerak membantu orang-orang miskin di Asia Pasifik untuk mendapatkan bedah plastik rekonstruksi.
Baca juga: Ilmuwan Jepang Sukses Ciptakan Kulit Tiruan yang Bisa Berkeringat
(fds/vit)











































