Peneliti dari University of Toronto meneliti bagaimana pengaruh membiarkan penumpang kelas ekonomi berjalan di first class cabin (kabin kelas satu) dengan meningkatnya kemarahan penumpang saat penerbangan. Dalam studi itu, disebutkan si penumpang di kabin kelas satu menjadi lebih kasar.
Studi yang dipublikasikan di Proceedings of the National Academy of Science ini memeriksa lebih dari 1.500 penerbangan. Peneliti menemukan insiden penumpang di kabin kelas satu marah 11 kali lebih mungkin ketika penumpang di kelas ekonomi berjalan melalui area mereka. Selain itu, tingkat kemarahan penumpang dikatakan sama dengan kemarahan yang mungkin timbul saat penerbangan terpaksa tertunda selama sembilam jam lebih.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
DeCelles sendiri mengingat bagaimana pengalamannya sendiri saat melihat penumpang di first class cabin mendapatkan kue yang baru dipanggang. Sementara, dirinya yang merupakan penumpang di kelas ekonomi tidak mendapat kue yang dipanggang dengan fresh.
Baca Juga: Anak Stres Lebih Rentan Terserang Asma di Malam Hari
Sementara itu, E. Scott Geller, profesor psikologi di Virginia Polytechnic Institute dan State University mengatakan memang telah terjadi peningkatan stres di perjalanan udara dalam beberapa tahun terakhir ini. Menurut dia, perbaikan sederhana bisa dilakukan untuk mengurangi kemungkinan marahnya penumpang di kabin kelas satu.
Misalnya, penumpang kelas ekonomi naik dari bagian tengah pesawat sehingga mereka tidak perlu berjalan melalui kabin kelas satu. Selain itu, prosedur penumpang kelas satu yang naik ke pesawat lebih dulu, baru kemudian penumpang di kelas ekonomi juga perlu dipertimbangkan.
"Untuk mengurangi perasaan frustasi ini Anda dapat berbicara dengan orang lain untuk membantu mengurangi perasaan frustasi," kata Geller.
Baca Juga: Stres Bisa Picu Serangan Jantung? Begini Penjelasan Pakar (rdn/vit)











































