Kandidat untuk Antibiotik Baru: Teh, Madu, Bunga Hop, dan Spons

Kandidat untuk Antibiotik Baru: Teh, Madu, Bunga Hop, dan Spons

Firdaus Anwar - detikHealth
Kamis, 12 Mei 2016 17:31 WIB
Kandidat untuk Antibiotik Baru: Teh, Madu, Bunga Hop, dan Spons
Foto: Thinkstock
Jakarta - Teh, madu, bunga hop, dan spons keempat hal tersebut adalah bahan alami yang saat ini tengah diteliti oleh ilmuwan di departemen farmasi Cardiff University, Inggris, karena sifat antibakterinya. Peneliti berusaha mencari tahu dari beragam jenis bahan yang ada, mana yang paling baik untuk jadi antibiotik.

Salah satu peneliti, Profesor Les Baillie, mengatakan bahan-bahan tersebut sebetulnya sudah dipakai sejak zaman dahulu untuk melawan infeksi. Hanya saja kali ini studi fokus melihat sifat spesifik yang terkandung dalam tiap jenis.

Untuk madu misalnya tim melakukan percobaan meneliti keefektifan antibakteri dari ratusan sampel madu. Ditambah dengan menggunakan bank data genetik tumbuhan, peneliti berusaha mengidentifikasi tumbuhan apa yang sering dihampiri lebah untuk menghasilkan madu dengan senyawa aktif dengan potensi paling kuat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Patut Dicoba, Tips Agar Pasien Lebih Bijak Saat Mendapat Resep Antibiotik

"Madu sudah digunakan selama ribuan tahun untuk mengobati luka dan sampai sekarang juga masih kami gunakan di rumah sakit untuk merawat pasien dengan infeksi yang tak merespon terhadap antibiotik," kata Baillie seperti dikutip dari BBC, Kamis (12/5/2016).

Begitu juga dengan bunga hop yang biasa menjadi bahan bir dan teh. Tanaman tersebut dikatakan punya potensi untuk menangani infeksi bakteri Staphylococcus aureus yang kebal terhadap antibiotik metisilin (MRSA) dan juga Clostridium difficile (C.diff) penyebab gangguan pencernaan.

"Kami telah meneliti ini selama lima tahun terakhir dan menguji 50 sampel bunga hop dari berbagai penjuru dunia pada berbagai sampel bakteri," ujar peneliti lainnya Dr James Blaxland.

Sementara itu untuk spons atau bunga karang, peneliti Dr Alex White mengatakan sebetulnya sudah sejak tahun 1950-an bahan ini digunakan sebagai dasar obat kanker. Kuncinya ada pada molekul dalam spons yang membuat mereka bisa hidup di lingkungan yang ekstrem.

Baca juga: Seram! Begini Kondisi Dunia Bila Semua Bakteri Kebal Obat (fds/vit)

Berita Terkait