Catat! Selain Makanan, Ini Dia Berbagai Penyebab Bau Mulut

Catat! Selain Makanan, Ini Dia Berbagai Penyebab Bau Mulut

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Jumat, 13 Mei 2016 09:32 WIB
Catat! Selain Makanan, Ini Dia Berbagai Penyebab Bau Mulut
Foto: Thinkstock
Jakarta - Bau mulut memang bisa disebabkan berbagai makanan yang diasup. Bau mulut seperti ini kerap disebut dengan bau mulut kosmetik, demikian disampaikan Karen Coates, dental advisor di Oral Health Foundation. Nah, untuk mengatasi bau mulut kosmetik, biasanya orang akan mengandalkan permen karet bebas gula, mouthwash, atau menyikat gigi.

"Makanan yang sangat berbau seperti bawang merah dan bawang putih, minuman seperti kopi, semua itu bisa menyebabkan bau mulut kosmetik. Dan tentu saja rokok, itu penyebab terbesar bau mulut serta napas yang tak sedap," tutur Coates.

Namun, ia menekankan penyebab terbesar bau mulut sebenarnya adalah bakteri di mulut yang disebabkan kurang bersih saat menyikat gigi. Coates mengungkapkan, makanan, sisa makanan, dan plak bisa terjebak di dalam, di sela-sela, atau di sekitar gigi. Akibatnya, bisa terbentuk gas penyebab bau mulut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikutip dari berbagai sumber, dr Miguel Stanley dari White Clinic di Portugal menambahkan gas yang dihasilkan berbagai bakteri jahat yang hidup di mulut dan memperoleh makanan dari sisa-sisa makanan serta gula, itulah yang bisa menyebabkan bau mulut. Sehingga, selain menyikat gigi, dr Stanley mengingatkan pentingnya flossing.

Baca jugaTrik Agar Anak Tak Gampang Sakit Gigi Meski Doyan Makanan Manis

Faktor selain makanan yang bisa memicu bau mulut adalah dehidrasi. Kondisi dehidrasi menghambat produksi air liur. Padahal, dengan sifat antibakterinya, air liur berperan menumpas bakteri di mulut. Sehingga, tanpa air liur, bakteri bisa tumbuh subur di dalam mulut. dr Stanley mengingatkan tidak semua masalah bau mulut merupakan indikator kesehatan gigi dan mulut yang buruk.

"Jika Anda memiliki bau mulut cenderung manis, seperti buah, itu bisa jadi berkaitan dengan kadar gula darah yang tinggi. Jika napas Anda berbau amonia, ada indikasi masalah pada ginjal. Ketika Anda sudah cek ke dokter gigi dan tak menemukan masalah tapi Anda masih mengalami bau mulut, ada baiknya berkonsultasi dengan dokter lain seperti dokter internis," kata dr Stanley memberi saran.

Untuk mencegah bau mulut, dr Stanley menyarankan kontrollah ke dokter gigi minimal enam bulan sekali. Buat catatan obat atau makanan yang sering dikonsumsi. Lalu, bersihkan lidah minimal dua menit sebelum tidur. Sebisa mungkin, sikat gigi dengan pasta gigi berfluoride.

"Menyikat gigi saja bisa membersihkan hampir 60 persen permukaan gigi. Kemudian, jika diperlukan kunyahlah permen karet tanpa gula karena bisa membantu menambah produksi air liur dan mencegah mulut kering. Seperti diketahui, mulut kering bisa memicu bau mulut," tutur dr Stanley.

Baca jugaSikat Gigi Tertelan, Setahun Lamanya Bocah Ini Menahan Sakit Perut

(rdn/vit)

Berita Terkait