Kamis, 19 Mei 2016 07:30 WIB

Siklus Haid Tak Teratur dan Selalu Gagal Diet, Debbie Ternyata Idap PCOS

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Foto: Washington Post
Montgomery - Sejak duduk di bangku SMA, Deborah Savage (31) atau Debbie sudah bergelut dengan obesitas yang dialaminya. Tak pelak, setiap kali ke dokter selama 15 tahun belakangan, Deborah selalu diminta menurunkan berat badan.

Sesi konsultasi ke dokter pun selalu menjadi momen memalukan baginya. Padahal, Deborah menegaskan dia sudah mencoba berbagai macam diet dan olahraga tetapi tidak pernah berhasil. Kondisi ini membuat dia, suami, dan keluarganya pun putus asa. Apalagi dengan tinggi tubuh sekitar 155 cm, tubuh Deborah terlihat lebih gempal dan itu membuatnya tak percaya diri.

Sejak usia 20 tahun, Deborah bisa mengalami kenaikan bobot sampai 5 kg dalam setahun. Saat itu pula, waktu haidnya menjadi tidak teratur, terkadang tiga bulan ia tidak haid tapi kemudian selama dua minggu berturut-turut Deborah haid. Ia juga punya masalah dengan banyaknya rambut yang tumbuh di wajah.

"Sampai di tahun 2010 saya menikah, saya dan suami ikut program penurunan berat badan tapi saya lag-lagi gagal. Sementara, suami saya bisa menurunkan bobotnya cukup banyak. Itu membuat saya frustasi. Sebab, sampai dua dokter kandungan yang memeriksa saya, saya selalu diminta hanya menurunkan berat badan. Tidak ada pemeriksaan untuk mengecek kondisi saya sekalipun," tutur Deborah.

Dikutip dari Washington Post, di awal tahun 2015 ia berhenti mengonsumsi pil KB yang diresepkan dokter untuk memperlancar siklus haidnya. Bobotnya pun mencapai 108 kg dengan kadar kolesterol 210 mg/dl. Hingga di bulan Maret, Deborah berganti dokter dan saat itu, setelah menjalani tes, diketahui Deborah mengidap Polycystic Ovary Syndrome (PCOS).

Baca juga: Ini Sebabnya Wanita Lebih Sulit Turun Bobot Dibandingkan Pria

PCOS merupakan ketidakseimbangan hormonal yang penyebab pastinya belum diketahui. Banyak wanita dengan PCOS mengalami perbesaran ovarium yang mengandung kista berisi cairan dan menghasilkan kelebihan androgen. Gejala PCOS di antaranya haid tidak teratur, jerawat yang tak kunjung sembuh, dan rambut berlebih di bagian tubuh tertentu.

Karena resistensi insulin terganggu, wanita dengan PCOS juga bisa obesitas. Dalam kasus Deborah, diketahui bahwa tidak ada kista tetapi memang kadar testosteronnya cukup tinggi. Ia pun diberi metformin (obat yang biasa dikonsumsi pasien diabetes) untuk membantu menurunkan berat badan.

"Sementara saya memutuskan melakukan diet paleo dengan memperbanyak konsumsi sayuran, daging, kacang-kacangan, dan buah. Saya menghindari karbohidrat, gula, dan makanan olahan. Sampai September 2015, saya turun bobot 22 kg dan kadar kolesterol pun turun 20 poin. Jerawat juga tak lagi bermunculan," tutur Deborah.

Di bulan Oktober 2015, Deborah diketahui positif hamil dan kedua bayi kembar laki-lakinya lahir pada 22 April lalu. Berangkat dari pengalamannya, Deborah menekankan pentingnya wanita untuk lebih aktif mencari bantuan ketika merasa ada yang tak beres dengan tubuhnya dan jangan terpaku pada satu dokter saja.

Baca juga: Lebih Rentan Komplikasi, Ibu Hamil dengan PCOS Harus Benar-benar Dipantau


(rdn/vit)