Beberapa daerah seperti pesisir Laut Hitam di Rusia, Georgia, dan Madeira diklasifikasikan berisiko tinggi untuk peningkatan populasi nyamuk penyebar Zika yaitu Aedes aegypti. Sementara negara seperti Perancis, Spanyol, Italia, dan Yunani masuk ke daerah dengan risiko sedang.
Total ada 18 negara yang masuk ke dalam risiko sedang dan 36 negara risiko rendah oleh WHO. Penilaian risiko dilihat dari ditemukannya bibit-bibit nyamuk di tempat potensial untuk berkembang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Pulang dari Brazil, Satu Orang Penduduk Singapura Positif Terinfeksi Zika
"Kami memanggil terutama negara dengan risiko tinggi untuk memperkuat kapasitas nasional mereka dan memprioritaskan aktivitas yang bisa mencegah wabah luas Zika," ujar dr Zsuzsanna Jakab dari WHO seperti dikutip dari BBC, Kamis (19/5/2016).
Musim panas jadi kekhawatiran karena saat itu nyamuk akan menjadi lebih aktif berkembang biak dan mencari makan. Ini artinya kemungkinan untuk terjadinya transmisi penyakit juga akan meningkat dan virus Zika menjadi salah satu ancamannya.
Seperti yang telah diketahui saat ini Zika tengah mewabah di Amerika berawal dari Brazil pada tahun 2015 lalu. Kasus kenaikkan Zika menjadi momok karena berhubungan kuat dengan kenaikkan kasus kecacatan mikrosefali di mana bayi lahir dengan otak yang tak berkembang sempurna.
Baca juga: Antisipasi Zika, Kondom Anti-Virus Dibagi ke Kontingen Olimpiade dari Australia
(fds/vit)











































