Kata Dokter, Sakit Lupus yang Seperti Ini Berdampak Lebih Berat

Kata Dokter, Sakit Lupus yang Seperti Ini Berdampak Lebih Berat

Martha Heriniazwi Dianthi - detikHealth
Jumat, 20 Mei 2016 16:00 WIB
Kata Dokter, Sakit Lupus yang Seperti Ini Berdampak Lebih Berat
Ilustrasi pasien dan dokter (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Saat ini masih banyak yang belum memahami tentang penyakit lupus. Tak hanya masyarakat, tenaga medis pun belum sepenuhnya memahami. Ini dikarenakan lupus tidak memiliki gejala yang khas. Padahal penyakit ini bisa menyerang bagian tubuh mana saja dan dapat berbahaya jika dibiarkan.

Penyakit lupus pada tiap orang yang terkena bisa berbeda-beda. Lalu lupus seperti apa yang ditengarai berdampak lebih berat?

"Sebenarnya tergantung organ yang kena. Kalau pasien kena di kulit atau sendi tidak berbahaya. Tapi kalau yang terkena lupus adalah ginjal, dampaknya cukup berat dan bisa menyebabkan kematian pada seseorang," kata dr Bambang Setyohadi, SpPD-KR saat ditemui dalam seminar awam dalam rangka memperingati 'World Lupus Day' di RS Dr Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat, Kamis (19/5/2016).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Bisa Menyerang Siapa Saja Tanpa Gejala Khas, Waspadai Penyakit Lupus

dr Bambang menekankan kelainan yang disebabkan oleh lupus bukan berarti komplikasi. Hal itu menurutnya bagian dari penyakit lupus itu sendiri

"Misalnya, si A cuma kena kulit lalu si B kena ginjalnya doang, nah yang berat kalau kena semuanya," lanjut dr Bambang.

Lantaran tidak memiliki gejala yang khas, untuk menganalisis penyakit ini memang tidak mudah. Namun jika Anda merasakan tubuh yang terasa lelah, nyeri sendi di pagi hari, rambut rontok, atau sariawan yang tidak sembuh-sembuh ada baiknya memeriksakan diri ke dokter.

"Dokter harus menganalisis kondisi pasiennya dan mengevaluasi apa ini termasuk penyakit lupus atau bukan. Selain itu juga, dokter juga harus memperhatikan juga kondisi tersebut disebabkan penyakit lain atau bukan," kata dr Sumariyono, SpPD-KR saat ditemui dalam acara yang sama.

Pada pasien yang mengalami lupus, Biasanya hanya mengalami satu gejala awal saja. Oleh karena itu, dokter perlu melakukan tindak lanjut apabila menemukan kondisi tersebut.

Baca juga: Lupus Tak Halangi Perempuan untuk Hamil, Tapi Harus dalam Pengawasan Dokter

Hingga saat ini penyebab penyakit lupus belum diketahui secara pasti. Namun, berbagai penelitian menyebutkan keterlibatan faktor genetik, hormon, infeksi, termasuk virus dan juga oba-obatan tertentu.

Biasanya, kombinasi faktor tersebut yang hingga saat ini dipercayai bertanggung jawab terjadinya Lupus. Selain itu, paparan sinar ultra violet dapat memperberat atau mencetuskan serangan lupus ini.

(vit/vit)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads