Senin, 23 Mei 2016 13:33 WIB

Ditanya 'Kapan Nikah' Vs 'Sudah Hamil', Mana yang Lebih Mengganggu?

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Foto: thinkstock Foto: thinkstock
Jakarta - Bagi orang-orang usia 20 atau 30-an, pertanyaan kapan menikah kemudian sudah hamil atau belum bisa jadi familiar di telinga. Ketika mendapat pertanyaan seperti itu, sebenarnya lebih mengganggu yang mana ya?

Menurut pembaca detikHealth, Ara (26), pertanyaan semacam itu bisa jadi pertanyaan ingin tahu atau kepo yang tidak terlalu penting. Sebab, Ara yakin tidak mungkin ada orang yang tidak mau menikah atau tidak memiliki anak setelah menikah. Sehingga, Ara mengaku jarang memikirkan pertanyaan semacam itu. Pun ketika ada orang lain yang bertanya seperti itu, paling-paling Ara hanya membalasnya dengan cengiran kemudian minta didoakan.

Apalagi, urusan jodoh dan momongan diyakini Ara adalah urusan Sang Maha Kuasa. "Intinya nggak usah dipikirin deh biar nggak baper (terbawa perasaan). Dia ya dia, gue ya gue. Hidup gue ya gue yang atur. Selama nggak ganggu hidupnya atau bikin kerugian orang lain gue bakal bodo amat he he he," tutur Ara yang sudah menikah selama 2 tahun ini ketika berbincang dengan detikHealth.

Sementara, bagi pembaca detikHealth lainnya, Eliza, dua pertanyaan itu sama-sama mengganggu. Tapi menurut wanita yang tengah hamil 5 bulan ini, dirinya lebih kesal ketika ditanya kapan nikah, apalagi jika kondisinya saat itu sedang tidak memiliki pacar.



"Ya kan saya nggak tahu ya gimana cara dapet jodohnya. Jadi bener-bener misteri. Kalau kapan hamil kayak udah kebal karena keseringan ditanya kapan nikah. Jadi pas udah nikah terus ditanya kapan hamil saya nggak peduli-peduli banget," kata Eliza membagikan pengalamannya.

Saat mendapat pertanyaan seperti itu, Eliza sering menjawab 'sekenanya' saja. Kalimat 'kapan-kapan' atau bercandaan kerap menjadi jawaban Eliza ketika ditanya kapan nikah. Sementara, 'doain aja' menjadi jawaban yang sering diucapkan Eliza saat menjawab pertanyaan kapan hamil.

Berbeda dengan Eliza dan Ara, Eza (28) beranggapan pertanyaan kapan punya anak lebih mengganggu ketimbang kapan nikah. Sebab, pria yang berdomisili di Pasar Minggu ini merasa toh dirinya belum menikah sampai usia 30 tahun, itu tak masalah. Tapi untuk urusan anak, Eza yang sudah menikah 1,5 tahun ini memang amat mendambakan kehadiran buah hati. Bahkan, Eza sudah menyiapkan nama untuk buah hatinya kelak.

Baca juga: Jangan Stres Jika Setahun Menikah Belum Punya Anak, Periksa Saja Dulu

Dalam keseharian, menurut Eza yang sering menanyakan kapan punya anak adalah teman-temannya, terlebih ketika ada acara seperti reuni atau pernikahan teman. Ketika mendapat pertanyaan itu, Eza memang tidak pernah sakit hati, apalagi jika teman dekatnya yang bertanya. Tapi, malah sang istri yang kadang suka tidak terima dengan ucapan si teman.



"Kadang saking dekatnya gue sama temen gue, dia bercanda gitu. 'Elo nggak mampu sih'. Karena kita udah biasa kayak gitu, jadi gue-nya biasa aja. Tapi istri yang malah keganggu. Akhirnya gue jelasin kalau teman gue itu emang gitu bercandanya dan istri ngerti sih," tutur Eza.

Jurus menjawab pertanyaan kapan punya anak yang digunakan Eza adalah balik membuat kawannya minder. "Gue bilang lo bisa nggak jalan-jalan kayak gue ke sini, honeymoon lagi ke sini. Kan lo udah punya anak. Ini gue lagi nikmatin gue bisa berduaan sama istri. Lo bisa nggak sekarang?" kata Eza.

Meskipun, lagi-lagi Eza tak menampik bahwa bagaimanapun ia dan sang istri pastinya berharap bisa cepat mendapat momongan.

Pertanyaan Budaya

Menanggapi soal pertanyaan kapan nikah dan sudah punya anak belum, menurut psikolog keluarga Anna Surti Ariani, MPsi sebetulnya itu adalah pertanyaan budaya, di mana masyarakat memberi perhatian dengan bertanya seperti itu. Menurut wanita yang akrab disapa Nina ini, kadang tak disadari memang pertanyaan seperti itu bisa membuat orang terganggu.

"Apalagi kalau memang orang itu kesulitan punya anak jadi ditanya terus sudah hamil belum atau kapan punya anak bakal mengganggu memang. Pada mereka yang sulit punya anak sebetulnya kan memang mereka udah pengen banget. Dengan adanya pertanyaan itu, sering dipersepsikan dia nggak mampu jadinya merendahkan," terang Nina.



Respons masing-masing orang dikatakan Nina juga bisa berbeda. Ada yang penting sudah menikah lebih dulu, sehingga kapan punya anak menjadi urusan belakangan. Tapi pada orang berusia 30-an, ia bisa saja lebih sensitif ketika ditanya kapan nikah karena bisa saja terkesan tidak 'laku'.

Untuk pertanyaan kapan punya anak, Nina berpendapat mungkin bisa saja bersifat legitimize karena bagaimanapun anak, dan sebenarnya jodoh, merupakan rezeki dari Tuhan. Ia mengingatkan, jangan terlalu men- judge jika seseorang bertanya berarti ia hanya ingin tahu saja alias kepo.

"Kalau dia nanya nggak ada tujuan, bakal ketahuan kok. Memang, tiap orang punya kebutuhan diperhatikan sampai ditanya-tanya. Tapi, masing-masing kan punya preferensi tertentu, jadi sebelum bertanya seperti itu, kenali dulu orang yang mau ditanya ini," kata Nina memberi saran.

Baca juga: Seks Seperti Ini yang Bikin Pasangan Menikah Tidak Puas



(rdn/vit)