Senin, 23 Mei 2016 15:31 WIB

Begini Caranya Agar Tidak Mudah Terkena Penyakit Kardiovaskular

Hillariana Ikhlash Devani - detikHealth
Foto: thinkstock
Jakarta - Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada tahun 2008 melaporkan angka kematian akibat penyakit kardiovaskular meningkat menjadi 17,5 juta hingga 20 juta per tahun pada 2015 dan akan terus meningkat hingga 30 juta per tahun tahun 2030. Jika diabaikan penyakit kardiovaskular bisa mematikan, sehingga perlu langkah-langkah pencegahan.

Nah, berikut ini cara-cara yang bisa dilakukan uagar tidak mudah terkena penyakit kardiovaskular:

1. Deteksi Dini dengan Check-up Rutin

Salah satu penyakit kardiovaskular yaitu penyakit jantung koroner seringkali disebut sebagai 'silent killer'. Maka dari itu, tindakan preventif seperti tes kesehatan perlu dilakukan.

Tes kesehatan yang lengkap bisa dilakukan dengan skrinning sebagai pemeriksaan awal sampai panel wellness testing sebagai pemeriksaan lanjutan untuk mereka yang berisiko mengalami gangguan kardiovaskular.

"Pasien berisiko rendah yang mengalami kejadian kardiovaskular disarankan melakukan check-up secara rutin setiap 6 bulan," saran Frederica, S.Si dari Prodia dalam talkshow 'Berdenyut Sampai Usia Lanjut' yang digelar di De Leila Cafe FX Plaza beberapa waktu lalu.

Sementara itu pasien yang berisiko menengah disarankan melakukan pemantauan kesehatan selama 3 bulan berupa pemeriksaan lab, imaging, diet dan olahraga secara teratur sesuai konsultasi dari dokter. Sedangkan untuk pasien berisiko tinggi diharapkan segera melakukan konsultasi dengan dokter spesialis jantung yang direkomendasikan.

Terbiasa mengecek kesehatan tubuh secara rutin bisa membuat seseorang lebih peka dan mengetahui lebih awal tentang timbulnya penyakit serius, termasuk penyakit jantung koroner dan stroke yang mulai muncul pada usia produktif.



2. Olahraga Teratur

Hidup sehat merupakan dambaan setiap orang. Dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya kesehatan, diharapkan cara untuk menuju hidup sehat yaitu olahraga teratur juga tidak dilupakan masyarakat.

"Selain cek rutin, olahraga juga penting untuk mencegah kardiovaskular. Olahraga adalah bagian dari gaya hidup sehat. Walaupun begitu, kebutuhan dan jenis olahraga, tetap harus disesuaikan dengan usia," ujar dr Andi Kurniawan, SpKO, dalam kesempatan yang sama.

3. Diet untuk Turunkan Kolesterol

Penyakit jantung koroner (PJK) dan stroke adalah penyakit yang banyak menyerang penduduk Indonesia. Kondisi ini terjadi akibat penyempitan atau penyumbatan di dinding pembuluh darah koroner yang mencegah darah mengalir ke jantung atau otak. Penyebab penyakit ini adalah adanya endapan lemak dan kolesterol pada dinding pembuluh darah yang menyuplai oksigen ke hati atau otak.

Diet sehat merupakan hal efektif untuk mencegah kenaikan kolesterol jahat. Seperti diketahui, terdapat dua jenis kolesterol darah yaitu kolesterol jahat (LDL) penyebab penyakit degeneratif, bersumber dari makanan tidak sehat dan juga keturunan. Serta kolesterol baik (HDL) yang dapat menjaga ketahanan tubuh dari berbagai serangan penyakit.

Maka dari itu, selain mengurangi asupan makanan tidak sehat, dikutip dari The Times of India, ada beberapa makanan sehat yang ampuh turunkan kadar kolesterol jahat seperti blueberry, salmon, kacang-kacangan dan oat.

4. Hidup Teratur

Di acara yang sama, dr Eka Ginanjar, SpPD.KKV, menjelaskan bahwa faktor risiko penyakit kardiovaskular ada yang bisa dimodifikasi dan ada yang tidak bisa dimodifikasi.

"Faktor risiko yang tidak bisa dimodifikasi adalah usia, jenis kelamin, riwayat keluarga dan ras. Sedangkan, faktor risiko yang bisa dimodifikasi adalah dislipidemia (gangguan lemak dalam darah), diabetes, hipertensi, obesitas dan kebiasaan merokok," ungkap dr Eka.

Nah, sangat mungkin untuk menurunkan faktor risiko kardiovaskular yang dapat dimodifikasi. Kuncinya adalah hidup teratur. Karena faktor risiko seperti diabetes, hipertensi dan obesitas sangat dipengaruhi gaya hidup tidak sehat.

(vit/vit)