Rabu, 25 Mei 2016 07:33 WIB

5 Hal Seputar Pil KB yang Masih Dipercaya, Padahal Cuma Mitos

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Foto: thinkstock
Jakarta - Penggunaan pil KB menjadi salah satu pilihan metode kontrasepsi yang digunakan masyarakat. Hanya saja, terkadang ada keengganan menggunakan pil KB lantaran efek samping yang diyakini.

Padahal hal-hal yang dipercaya sebagai efek samping pil KB sering kali merupakan pemahaman keliru sehingga hanya mitos belaka. Nah, berikut ini 5 hal seputar pil KB yang masih dipercaya padahal hanya mitos:

1. Tidak menstruasi saat minum pil KB bukan sesuatu yang normal

dr Boy Abidin SpOG(K) menegaskan bahwa ini adalah mitos. Ia menjelaskan pil KB mengandung estrogen dan progestin dalam kadar rendah, yakni hormon buatan yang serupa dengan hormon alami di tubuh wanita.

"Saat pakai pil KB tidak terjadi ovulasi dan penebalan dinding rahim tidak berlebihan. Istilahnya, pil KB menipu otak sehingga tidak terlalu banyak hormon yang diperintahkan otak untuk dikeluarkan. Sehingga, tidak haid merupakan efek samping pil hormonal yang normal," tegas dr Boy dalam Diskusi Media Bayer 'Fakta dan Mitos Pil Kontrasepsi Hormonal' di Double Tree Hotel, Cikini, Jakarta, Selasa (24/5/2016).

2. Setelah berhenti pakai pil KB bakal susah hamil

"Pil KB efeknya 24 jam. Makanya disuruh minum di jam yang sama. Saat disetop konsumsi pilnya, maka otak akan terpicu untuk memerintahkan pengeluaran hormon sehingga akan menstruasi," tutur dr Boy.

Sehingga, jika memang wanita ingin hamil lagi, maka setelah disetop akan terbuka peluang baginya untuk hamil kembali.

3. Haid banyak saat pakai pil KB adalah hal yang baik

Hal ini hanyalah mitos, demikian ditekankan dr Boy. Sebab, ia mengatakan kerja pil KB yakni mengatur hormon sehingga proses ovulasi atau pematangan sel telur bisa dicegah, mengentalkan lendir mulut rahim sehingga sprema sulit mencapai sel telur, dan membuat kondisi dinding rahim tidak sesuai untuk perlekatan embrio.

"Sehingga jumlah darah haid memang lebih sedikit ketika wanita menggunakan pil kontrasepsi. Lagipula, terlalu banyak darah saat haid juga akan membuat wanita tidak nyaman, hemoglobinnya pun turun sehingga mudah anemia," kata dr Boy.

4. Pil KB picu jerawat

Pada wanita dengan kulit mudah berjerawat karena kelebihan hormon androgen, dikatakan dr Boy justru penggunaan pil KB bisa meredakan jerawat. Dengan pil KB kombinasi, di dalamnya terkandung hormon progestin. Nah, hormon progestin bisa memblok reseptor androgen sehingga jerawat tidak mudah muncul.

Baca juga: Pakai Pil KB Bikin Wanita Gemuk, Mitos atau Fakta?

5. Konsumsi pil KB picu kanker dan tumor abdomen

Dengan tidak adanya ovulasi dan penebalan dinding rahim, maka pertumbuhan sel-sel pada ovarium yang notabene aktif membelah dapat ditekan. Menurut dr Boy, selain faktor lain, tumor atau keganasan bisa muncul akibat pertumbuhan sel yang tanpa kontrol.

"Dengan pil KB, pertumbuhan itu ditekan, jadi gimana bisa picu keganasan. Selain itu, pemakaian pil KB juga bisa melindungi ovarium dari trauma. Menurut United Kingdom Medical Eligibility Criteria, pemakaian pil KB bisa menurunkan risiko kanker ovarium sampai 50 persen, menurunkan kejadian kista ovarium serta tumor jinak," papar dr Boy.

"Penggunaan pil KB dengan kejadian kanker serviks pun tidak ada hubungannya. Hanya saja mungkin kalau orang pakai kontrasepsi dia bisa lebih 'bebas' untuk berhubungan intim sehingga risiko terinfeksi HPV bisa lebih besar," pungkasnya.

Baca juga: Ini Dia Alat Kontrasepsi Wanita yang Sesuai Umur (rdn/vit)