Meski sedih, Brady hanya bisa pasrah. Yang tidak terima justru teman-teman Brady. Enam anak yang menjadi sahabat Brady sejak di SD Fort Collins, Colorado itu mendatangi dewan sekolah di Blevins Middle School untuk membicarakan hal ini.
"Kemanapun ia pergi, suasananya menjadi ceria, dan ia bisa membuat kami tertawa. Ia juga suka menghibur teman-temannya di saat sedih. Bagi kami, ini tidaklah adil (red, Brady tidak diterima di sekolah tersebut)," tutur salah satu teman Brady, Ella saat berbicara di depan dewan sekolah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal ini diamini oleh teman-teman Brady yang lain, termasuk Storm (10). "Sejak dia sekelas dengan kami, ia telah mengubah atmosfer kelas, sehingga kami lebih bersemangat pergi ke sekolah," timpalnya.
Baca juga: Kisah Laura, Pengidap Down Syndrome yang Sukses Jadi Pengusaha Muda
Tak pelak, pernyataan dari teman-teman Brady ini membuat dewan sekolah Blevins Middle School terkesan. "Mereka memberikan presentasi yang sangat efektif. Dan kami kira Brady beruntung karena teman-temannya juga memberikan dukungan yang luar biasa kepadanya," tutur Cathy Kipp, Presiden Poudre School District Board of Education, yang nantinya akan menentukan dimana Brady bersekolah.
Kipp juga mendengar kabar bahwa teman-teman Brady pun menominasikannya untuk mendapat penghargaan bernama SOAR (Spirit Outstanding Attitude Respect) Award dari sekolah mereka.
"Keputusan diberikan dua minggu setelah pertemuan antara dewan sekolah dengan teman-teman Brady. Kami pun terlibat dalam negosiasi ini selama berbulan-bulan, dan Brady menemui banyak kendala untuk bisa ke sana," kata ibu Brady, Tena.
Untungnya nasib baik berpihak pada putranya dan Brady dijadwalkan akan masuk Blevins Middle School bersama teman-temannya September mendatang. "Ketika saya mengabarkan kepadanya tentang hal ini, ia begitu gembira," imbuh Tena.
Baca juga: Hebat! Remaja dengan Down Syndrome Berhasil Mendaki Mount Everest
Menurut Tena, satu hal yang membuat teman-teman Brady begitu mencintai putranya adalah karena Brady benar-benar menerima mereka apa adanya. Dan sebagai balasannya, mereka juga berbuat demikian kepada Brady.
"Tak hanya mereka, orang tua mereka juga sangat suportif kepada kami," pungkasnya. (lll/vit)










































