Kisah Brady, Bocah dengan Down Syndrome yang Begitu Disayang Teman-temannya

Kisah Brady, Bocah dengan Down Syndrome yang Begitu Disayang Teman-temannya

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Rabu, 25 Mei 2016 08:42 WIB
Kisah Brady, Bocah dengan Down Syndrome yang Begitu Disayang Teman-temannya
Foto: Tena Green
Colorado - September mendatang, Brady Green dan teman-temannya siap masuk ajaran baru dan menjadi murid kelas 7. Sayangnya, Brady tak diterima di sekolah yang sama dengan teman-temannya di Blevins Middle School.

Meski sedih, Brady hanya bisa pasrah. Yang tidak terima justru teman-teman Brady. Enam anak yang menjadi sahabat Brady sejak di SD Fort Collins, Colorado itu mendatangi dewan sekolah di Blevins Middle School untuk membicarakan hal ini.

"Kemanapun ia pergi, suasananya menjadi ceria, dan ia bisa membuat kami tertawa. Ia juga suka menghibur teman-temannya di saat sedih. Bagi kami, ini tidaklah adil (red, Brady tidak diterima di sekolah tersebut)," tutur salah satu teman Brady, Ella saat berbicara di depan dewan sekolah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bahkan bocah yang baru berumur 11 tahun itu mengaku bingung jika Brady tak diterima karena kondisinya yang menyandang down syndrome. "Kalau kami dipersilakan memilih sekolah mana yang kami mau, mengapa Brady tidak? Walaupun dia difabel, dia tidak ada bedanya dengan kami," lanjutnya seperti dilaporkan ABC News.

Hal ini diamini oleh teman-teman Brady yang lain, termasuk Storm (10). "Sejak dia sekelas dengan kami, ia telah mengubah atmosfer kelas, sehingga kami lebih bersemangat pergi ke sekolah," timpalnya.

Baca juga: Kisah Laura, Pengidap Down Syndrome yang Sukses Jadi Pengusaha Muda

Tak pelak, pernyataan dari teman-teman Brady ini membuat dewan sekolah Blevins Middle School terkesan. "Mereka memberikan presentasi yang sangat efektif. Dan kami kira Brady beruntung karena teman-temannya juga memberikan dukungan yang luar biasa kepadanya," tutur Cathy Kipp, Presiden Poudre School District Board of Education, yang nantinya akan menentukan dimana Brady bersekolah.

Kipp juga mendengar kabar bahwa teman-teman Brady pun menominasikannya untuk mendapat penghargaan bernama SOAR (Spirit Outstanding Attitude Respect) Award dari sekolah mereka.

"Keputusan diberikan dua minggu setelah pertemuan antara dewan sekolah dengan teman-teman Brady. Kami pun terlibat dalam negosiasi ini selama berbulan-bulan, dan Brady menemui banyak kendala untuk bisa ke sana," kata ibu Brady, Tena.

Untungnya nasib baik berpihak pada putranya dan Brady dijadwalkan akan masuk Blevins Middle School bersama teman-temannya September mendatang. "Ketika saya mengabarkan kepadanya tentang hal ini, ia begitu gembira," imbuh Tena.

Baca juga: Hebat! Remaja dengan Down Syndrome Berhasil Mendaki Mount Everest

Menurut Tena, satu hal yang membuat teman-teman Brady begitu mencintai putranya adalah karena Brady benar-benar menerima mereka apa adanya. Dan sebagai balasannya, mereka juga berbuat demikian kepada Brady.

"Tak hanya mereka, orang tua mereka juga sangat suportif kepada kami," pungkasnya. (lll/vit)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads