Prof Dr dr Arry Harryanto Reksodiputro, SpPD-KHOM, dari RS Kanker Dharmais mengatakan kanker merupakan penyakit sistemis. Dengan kata lain, yang diserang tidak hanya satu organ tubuh saja namun keseluruhan sistem organ tersebut.
"Kanker bukan penyakit lokal tapi penyakit sistemis. Dalam artian tidak hanya menyerang raga saja tapi jiwa juga, mental dan fisik. Makanya penanganannya harus multi disiplin, dalam artian bukan hanya satu dokter saja yang terlibat tapi satu tim dokter dengan berbagai keahlian," tutur Prof Arry, dalam temu media Sahid Sahirman Memorial Hospital, di Grand Sahid Jaya, Jl Sudirman, Jakarta Selatan, Rabu (25/5/2016).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Satu pasien kanker bisa ditangani oleh tim dokter yang terdiri dari berbagai keahlian, mulai dari pakar onkologi medik, saraf, ahli gizi hingga ahli radiasi dan perawat paliatif. Dijelaskan Prof Arry, hal ini dibutuhkan untuk mengobati keluhan pasien, termasuk rasa sakit hingga efek samping obat.
Azas kedua pengobatan kanker adalah harus cost effective. Prof Arry mengatakan cost effective bukan berarti pengobatan harus murah. Cost effective artinya pengorbanan yang dilakukan pasien harus sebanding dengan biaya yang dikeluarkan.
Sebagai contoh, Prof Arry mengatakan pada pasien leukemia yang parah, mereka harus menjalani pengobatan di ruang isolasi. Hal ini terjadi karena daya tahan tubuh mereka yang lemah dan rentan terserang infeksi.
"Kalau pasien leukimia yang parah, harus diisolasi sebulan atau dua bulan. Nah di sini sebanding tidak pengorbanan pasien? Karena kalau tidak diisolasi dia bisa meninggal," tandasnya.
Contoh lain adalah pasien kanker paru dengan stadium 4C. Pada tahap ini, pengobatan mulai dari radiasi hingga kemoterapi tidak akan lagi berpengaruh. Maka dari itu, akan sangat tidak cost effective jika pasien masih diberikan obat-obatan yang mahal.
"Kalau sudah stadium ini sudah masuk perawatan paliatif. Pasien ditingkatkan kualitas hidupnya hingga meninggal," pungkasnya.
Baca juga: Lawan Sel Kanker, Siput Laut Australia Diyakini Lebih Kuat dari Kemoterapi (mrs/vit)











































