Kecanduan Kerja alias Workaholic? Waspada Risiko Depresi Meningkat

Kecanduan Kerja alias Workaholic? Waspada Risiko Depresi Meningkat

Ajeng Anastasia Kinanti - detikHealth
Kamis, 26 Mei 2016 18:01 WIB
Kecanduan Kerja alias Workaholic? Waspada Risiko Depresi Meningkat
Foto: thinkstock
Jakarta - Sesibuk dan sebanyak apapun pekerjaan Anda, tetap sediakan waktu untuk tubuh beristirahat dan bersantai. Kecanduan kerja alias workaholic bisa mengganggu psikis Anda, yang kemudian berujung pada risiko kecemasan dan depresi.

Bukan cuma itu, para ahli bahkan memperingatkan Anda bahwa terlalu banyak bekerja juga dapat meningkatkan risiko Anda mengalami Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) dan Obsessive Compulsive Disorder (OCD). Kedua masalah ini tentu akan memengaruhi kesehatan mental Anda.

Menurut peneliti dari University of Bergen, biasanya kecanduan kerja lebih sering dikaitkan dengan risiko gangguan tidur. Yang kemudian berujung pada kesehatan jantung dan risiko obesitas, namun kini terbukti bahwa workaholic juga mengganggu kesehatan mental.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Punya Ciri-ciri Seperti Ini? Berarti Sudah Kecanduan Kerja

Salah satu peneliti yang terlibat, Dr Cecilie Schou Andreassen, mengatakan bahwa menjadi workaholic rupanya memiliki risiko tinggi terhadap beberapa masalah kesehatan jiwa, dibandingkan dengan mereka yang bekerja sesuai jamnya dan tidak berlebihan.

Setelah menganalisis 16.426 pekerja, tim Andreassen menemukan bahwa 32,7 persen di antaranya memenuhi kriteria ADHD; 25,6 persen memenuhi kriteria OCD; 33,8 persen memenuhi kriteria kecemasan dan 8,9 persen memenuhi kriteria depresi.

"Dengan demikian, bekerja secara berlebihan, bahkan ekstrem, hingga tak mau memberikan waktu bagi tubuh untuk beristirahat, bisa menjadi awal dari munculnya masalah psikologis atau emosional yang lebih dalam," tutur Andreassen, seperti dikutip dari Daily Mail, Kamis (26/5/2016).

Studi ini telah dipublikasikan dalam jurnal PLoS One.

Baca juga: Kebanyakan Minum-minum Alkohol? Mungkin Sudah Saatnya Anda Menikah

(ajg/up)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads