Studi: Tekanan Darah yang Berubah-ubah Juga Bisa Ganggu Fungsi Otak

Studi: Tekanan Darah yang Berubah-ubah Juga Bisa Ganggu Fungsi Otak

Hillariana Ikhlash Devani - detikHealth
Jumat, 27 Mei 2016 12:02 WIB
Studi: Tekanan Darah yang Berubah-ubah Juga Bisa Ganggu Fungsi Otak
Foto: thinkstock
Jakarta - Bukan rahasia lagi jika tekanan darah yang terlalu tinggi atau rendah dapat berujung pada berbagai risiko penyakit kardiovaskular dan penyakit lainnya. Tapi, ada pula kriteria tekanan darah yang juga berpengaruh buruk bagi tubuh.

Baru-baru ini studi dari Rustger Cancer Institute di Amerika Serikat menemukan tekanan darah yang cenderung berubah-ubah juga tidak baik bagi tubuh. Studi yang dipublikasikan dalam jurnal American Heart Association ini menemukan bahwa ada kaitan antara orang dengan tekanan darah yang berubah-ubah dengan penurunan fungsi kognitif dan kemampuan memori verbal.

"Tekanan darah yang berubah-ubah mengindikasikan aliran darah tidak stabil, yang mana dapat menyebabkan kondisi berbahaya dalam aliran darah ke otak dan dapat merubah struktur dan fungsi otak," ujar ketua studi, Bo (Bonnie) Qin dari Rustger Cancer Institute, New Brunswick, New Jersey, Amerika Serikat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca Juga: Studi: Waspada, Tekanan Darah Tinggi Dapat Tingkatkan Risiko Kepikunan

Lebih lanjut, studi yang melibatkan 976 orang dewasa berusia 55 tahun atau lebih tua ini juga menemukan fluktuasi tekanan darah merujuk pada keberadaan bakteri patologi yang memengaruhi proses seperti peradangan dan fungsi dari pembuluh darah itu sendiri.

"Mengontrol ketidakstabilan tekanan darah mungkin bisa menjadi strategi yang potensial untuk mempertahankan fungsi kognitif pada orang dewasa dan lansia," ungkap Qin, dikutip dari Indian Express.

Selain itu, studi yang berkolaborasi dengan China Health and Nutrition Survey ini menghitung variasi tekanan darah partisipan dengan cara mengunjungi tenaga kesehatan profesional sebanyak tiga atau empat kali. Selama kunjungan itu, partisipan juga mengikuti kuis untuk mengamati kemampuan kognitif yang terkait dengan kecepatan berpikir otak.

Baca Juga: Hipertensi Juga Dialami 1-2 Persen Anak, Ini Dia Penyebabnya

(rdn/up)

Berita Terkait