Selasa, 31 Mei 2016 17:32 WIB

Ragam Terapi untuk Cegah Penuaan dan Menjaga Kulit Tetap Sehat

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Foto: Thinkstock Foto: Thinkstock
Jakarta - Penuaan pada kulit dapat terjadi seiring bertambahnya usia. Selain menerapkan gaya hidup sehat, berbagai terapi untuk meremajakan kulit dan menjaga kulit tetap sehat juga bisa dilakukan.

Apa saja pilihan terapi yang dapat dilakukan? Berikut ini jenis terapi tersebut seperti dipaparkan dr Conny Melly SpKK dari Bamed Skin Care dalam Seminar Media di Hotel 101 Sedayu Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Selasa (31/5/2016).

Baca juga: 5 Jenis Emosi yang Meninggalkan Jejak di Kulit

1. Microdemabrasi

Terapi ini dikatakan dr Conny berfungsi untuk mengikis lapisan kulit mati sehingga mempercepat munculnya lapisan kulit yang baru. Dengan kata lain, proses regenerasi kulit terjadi lebih cepat.

Pada mikrodermabrasi kristal, lapisan kulit mati dikikis menggunakan kristal aluminum oksida. Ada risiko kristal terhirup, tertelan, atau masuk ke mata. Sedangkan pada mikrodermabrasi diamond mengurangi risiko masuknya kristal. Tindakan ini merupakan tindakan non bedah dan dapat digunakan pada semua tipe kulit.

"Kemudian prosedurnya minimal invasif dan dapat diulang dalam jeda pendek. Setelah tindakan kita menggunakan berbahan rumput laut untuk menenangkan kulit dan mengurangi kemerahan. Campuran masker menggunakan gel sehingga konsistensi kelembapannya lebih baik," tutur dr Conny.

2. Terapi oksigen hiperbarik

Prosedur ini menggunakan tekanan hiperbarik untuk memasukkan serum khusus ke kulit. Selain itu, oksigen juga dapat menjadi antibakteri alami, mendinginkan kulit, dan mempercepat penyembuhan luka.

"Keunggulan terapi ini tanpa rasa sakit, hasil instan, dan tanpa downtime," ujar dr Conny.

Baca juga: Ingin Suntik Botox, Wanita Ini Malah Mendapat Suntikan Racun Ular

3. Growth factor

dr Conny menjelaskan growth factor merupakan protein yang mengatur pertumbuhan dan perkembangbiakan serta pembelahan sel. Growth factor bisa memperbaiki sel yang rusak.



Sel fibroblast dikatakan dr Conny merupakan sel yang dapat menghasilkan growth factor bagi elastin dan kolagen. Dengan growth factor, pemulihan pasca perawatan juga lebih cepat dan bisa menambah efektivitas terapi.

4. Radiofrekuensi

"Prosedur ini menggunakan teknologi radiofrekuensi guna mengubah efek panas di kulit. Fungsinya bisa membuat serat kolagen yang kendur kencang kembali, memperbarui elastin, lalu memecah selulit dan sel lemak," tutur dr Conny.

Jenis radiofrekuensi di antaranya monopolar di mana energi radiofrekuensi bisa mencapai bagian kulit yang lebih dalam, bipolar di mana gelombang yang digunakan lebih pendek, kemudian multipolar yang memakai gelombang radiofrekuensi lebih pendek tetapi bisa mencapai bagian kulit yang lebih dalam.

"Radiofrekuensi bisa dipakai di area sekitar mata sampai paha. Hasilnya kulit lebih kencang dan kerutan pun hilang. Keunggulannya, non invasif dan tanpa ada masa jelek, kemudian bisa digunakan di semua jenis kulit, efek samping seperti merah bengkak ringan minim, pasien pun boleh langsung beraktivitas setelah menjalani terapi," terang dr Conny.

5. Botox

Prosedur botox menyuntikkan protein yang dihasilkan bakteri clostridium botulinum. Botox berguna untuk menghilangkan kerutan, memperbaiki kontur wajah, dan mengatasi masalah seperti keringat berlebih.

"Prosedurnya memakai jarum suntik kecil untuk menyuntikkan protein tersebut. Botox berguna merelaksasi otot dengan menghambat impuls saraf yang membuat otot berkontraksi sehingga timbullah kerutan. Efek botox akan bekerja 2 sampai 3 hari setelah prosedur dan bisa bertahan sampai 6 bulan. Tergantung individunua. Prosedur ulang efek tahan lamanya bisa lebih lama karena efek botox hilang perlahan," papar dr Conny.

(rdn/vit)