Rabu, 01 Jun 2016 09:05 WIB

Muncul Jerawat di Wajah, Pesan Dokter: Jangan Dimanipulasi

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Foto: iStock Foto: iStock
Jakarta - Jerawat yang timbul, terutama di wajah bisa mengurangi kepercayaan diri seseorang. Tak jarang, ada pula yang nekat memencet jerawat tersebut dengan maksud supaya jerawat keluar dan akhirnya hilang.

dr Radityo Anugrah SpKK dari Bamed Skin Care mengungkapkan berbagai faktor bisa memicu timbulnya jerawat. Selain gaya hidup atau stres, faktor internal seperti hormon, genetik, pertumbuhan kulit, dan jenis kandungan minyak pada masing-masing orang yang berbeda pun turut berpengaruh.

"Kalau jerawatan, jangan dimanipulasi jerawatnya. Jerawat yang dimanipulasi itu makin mudah inflamasi, nanti pasti timbul bekas. Kayak di rumah dipencet sendiri jerawatnya, di depan kaca sampai luka, kan bisa aja dia nggak tahu jerawatnya sudah siap keluar atau belum," tutur dr Radit usai temu media di Hotel 101 Sedayu Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Selasa (31/5/2016).

dr Radit menambahkan, jerawat bisa saja sembuh jika tidak diapa-apakan. Tapi, bagaimanapun sembuhnya jerawat akan meninggalkan bekas seperti noda berwarna kecokelatan bahkan bopeng. Ketika jerawat sembuh dengan sendirinya, tak menutup kemungkinan juga bakal timbul jerawat di area lainnya.

Baca juga: Muncul Bercak Tak Biasa di Kulit? Waspadai 4 Masalah Kulit Berbahaya Ini

Dikatakan dr Radit, pada jerawat dengan derajat ringan cenderung tidak mesti diobati ke dokter. Tapi, pada jerawat dengan derajat berat berbentuk nodul, jumlahnya banyak, atau berupa jerawat batu maka perlu pengobatan. Tidak sekadar obat oles tetapi juga obat minum.

"Pokoknya kalau jerawatan jangan kreatif deh dipencet-pencet gitu. Sebaiknya ke dokter dan nanti kan dapat krim. Kalau ke dokter kan akan di-asses kulitnya dan akan diatasi faktor-faktornya," tambah dr Radit.

Jika sebelumnya sudah pernah ke dokter untuk mengatasi jerawat, menurut dr Radit biasanya pasien akan dibekali beberapa macam obat salah satunya obat yang dioleskan khusus pada jerawat untuk membantu mengempiskan jerawat secara kimiawi. Sehingga, jerawat tidak perlu dikeluarkan. Lalu, apakah penggunaan obat semacam ini akan menimbulkan ketergantungan?

"Nggak. Jerawat itu ada timelinenya dan waktu perjalanan penyakitnya.
Krim perawatan itu kan dibangun dari persentase rendah sampai optimal. Begitu udah sampai di persentase yang optimal, kondisi kulitnya lebih baik, terus dipertahankan. Kemudian, persentase obatnya diturunkan, baru dilepas," kata dr Radit.

Baca juga: Kulit Kaki Jadi Menghitam? Cek di Sini Sebabnya (rdn/vit)
News Feed