Nah, Echa, begitu Ersa akrab disapa mengatakan ketika Tallula berpuasa memang bisa jadi tantangan tersendiri baginya. Hal ini berbeda dengan putri pertama Echa, Aiska Vairana atau Kika (12) yang sudah terbiasa puasa satu hari penuh.
"Yang kecil (Talulla) memang ada momen dia bilang lapar, boleh nggak aku minum terus nanti puasa lagi. Ya namanya masih belajar kan ya. Apalagi biasanya jam penuh godaan itu mulai jam 2, 3, 4, waktunya nanggung tapi anak sering ngeluh nggak kuat," kata Echa saat ditemui baru-baru ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Echa juga kadang meminta Tallula untuk menemaninya berbelanja. Intinya, Echa berusaha mengalihkan fokus Tallula dengan mencari kegiatan yang menyenangkan untuk dilakukan. Agar Tallula kuat puasa sehari penuh, kadang Echa juga berjanji akan memberinya reward. Tak melulu berupa materi, dengan membolehkan Tallula berbuka menggunakan kudapan favoritnya pun ampuh membuat bocah itu tahan puasa satu hari.
Baca juga: Puasa Setengah Hari Dinilai Bukan Cara Efektif Ajarkan Anak Berpuasa
"Buat kita mungkin batalin puasa di jam 2 sayang banget kan. Kalau buat dia sih nggak rugi. Makanya aku ngajak dia dan kasih reward sederhana. Jadinya praktik langsung nunjukkin kalau dia ada usaha lebih, itu akan bermanfaat buat dia dan bikin dia happy," kata Echa.
Sulitnya Membangunkan Sahur
Di bulan Ramadan, rutinitas sahur juga jadi tantangan tersendiri bagi Echa. Sementara Kika sudah terbiasa sahur, sang adik menurut Echa masih sering terpejam ketika makan sahur. Belum lagi ketika Echa hendak membangunkan Tallula sahur.
"PR banget. Makanya biasanya aku harus coba berkali-kali, prinsipnya jangan nyerah. Jangan mepet waktu imsak bangunin anaknya. Kalau belum bangun juga, 15 menit lagi dibangunin. Nggak bangun juga, makanannya yang aku bawa ke kamar. Karena menurutku dia harus belajar dulu kalau sahur itu penting. Itu kan poroses ya. Kita aja kadang orang dewasa harus adaptasi lagi kan, bangun jam segitu terus makan," papar Echa.
Bulan Ramadan juga bisa jadi momen bagi Echa untuk mengajarkan nilai kebersamaan, berbagi, dan bersyukur pada anak-anaknya. Misalnya dengan mengajak Tallula dan Kika sahur on the road, Echa bisa memberi tahu sang anak bahwa orang lain bisa bahagia ketika diberikan makanan untuk sahur.
Untuk rutinitas berbuka pun Echa mengaku lebih suka berbuka di rumah bersama keluarga. Toh hendak berbuka di luar, sebisa mungkin Echa membatalkan puasa dulu di rumah dengan kudapan seperti teh hangat, es blewah, dan kue manis serta asin.
Baca juga: Penting! Makanan dan Minuman yang Perlu Dihindari Saat Buka Puasa dan Sahur
(rdn/vit)











































