Wabah Flu Burung Serang Niger, 86.000 Unggas Mati

Wabah Flu Burung Serang Niger, 86.000 Unggas Mati

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Senin, 06 Jun 2016 16:37 WIB
Wabah Flu Burung Serang Niger, 86.000 Unggas Mati
ilustrasi peternakan ayam (Foto: Jhoni Hutapea/detikcom)
Jakarta - Tak hanya di Asia, flu burung H5N1 juga mengancam wilayah Afrika. Salah satu daerah yang terdampak flu burung adalah Niger yang terletak di kawasan Afrika Barat.

World Organization for Animal Health (OIE) menyebut wabah flu burung di Niger berlangsung sejak akhir bulan Februari 2016. Hingga saat ini, sudah ada lebih 86.000 unggas dari berbagai peternakan yang tewas akibat penyakit ini.

"Wabah yang bermula di Februari ini mengancam kesehatan masyarakat melalui penularan dari peternakan unggas yang ada di pinggir kota," demikian tulis OIE, dikutip dari Reuters, Senin (6/6/2016).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Flu Burung Serang Hong Kong dan Taiwan, Begini Dampaknya

Minggu lalu, penyebaran virus flu burung juga dilaporkan di Kamerun. Kurang lebih 1.500 ayam mati di sebuah peternakan di daerah Bayangam. Kementerian pertanian dan peternakan Kamerun mengatakan sudah melakukan karantina dan pemusnahan masal unggas terkait hal ini.

James McGrane, Team Leader Food and Agriculture Organization, Emergency Centre for Transboundary Animal Diseases (FAO-ECTAD) menyebut pemeliharaan unggas, termasuk burung, itik dan ayam, di lingkungan rumah sangat tidak disarankan.

Menurutnya, hewan-hewan tersebut berpotensi besar mengidap virus flu burung dari burung-burung liar atau sumber air di sekitar yang sudah terkontaminasi virus. Meski begitu, bukan berarti seseorang tidak boleh sama sekali memelihara burung atau ayam.

"Jikapun ingin memelihara ayam atau burung, jaga kesehatannya. Perhatikan kebersihan lingkungan dan pastikan hewan peliharaan mendapat vaksinasi," tuturnya.

Baca juga: Virus Flu Burung Masih Jadi Ancaman di Indonesia, Ini Data-datanya

(mrs/vit)

Berita Terkait